Yogyakarta (kupass.com) – Semangat kebersamaan dan dakwah kemanusiaan mewarnai peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gondomanan pada Selasa, 1 Muharram 1448 H bertepatan dengan 16 Juni 2026.

Dampak dan Perkembangan
Kegiatan puncak milad dipusatkan di wilayah Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Prawirodirjan dengan melibatkan seluruh unsur ‘Aisyiyah se-Cabang Gondomanan. Ketua Panitia Milad, Farikha Lisnawati, menjelaskan bahwa peringatan milad tahun ini dikemas dengan berbagai kegiatan yang menyentuh kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan kebersamaan warga.

"Milad kali ini diisi dengan Senam ‘Aisyiyah Bahagia, jalan sehat menyusuri tanggul Sungai Code, bazar UMKM, serta pemeriksaan kesehatan. Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bermanfaat sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota dan masyarakat," ujarnya.
Kegiatan senam dipusatkan di Pendopo Taman Perwira Prawirodirjan dan diikuti sekitar 125 anggota ‘Aisyiyah dari enam ranting yang berada di bawah PCA Gondomanan. Suasana penuh semangat tampak saat para peserta mengikuti gerakan senam bersama sebelum melanjutkan kegiatan jalan sehat menyusuri kawasan bantaran Sungai Code.
Sementara itu, acara seremonial dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Prawirodirjan. Selain dihadiri jajaran pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, kegiatan juga mendapat perhatian dari unsur Forkopimca Gondomanan.
Bazar UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan dari ranting-ranting ‘Aisyiyah turut meramaikan rangkaian acara.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, pemeriksaan kesehatan gratis diselenggarakan bekerja sama dengan Program Studi Gizi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, layanan ini mendapat sambutan positif dari peserta dan warga sekitar.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gondomanan, Wikan, mengapresiasi langkah PCA Gondomanan yang memilih ranting sebagai lokasi pelaksanaan puncak milad. Ranting itu Penting, cabang Berkembang.
"‘Aisyiyah Gondomanan sangat bagus menyelenggarakan puncak milad di ranting. Ini dapat memperluas objek dakwah sekaligus mendekatkan organisasi dengan masyarakat. Teruslah semangat dan semakin memperkokoh dakwah," tuturnya.
109, Ketua PCA Gondomanan, Iswandari, mengajak seluruh kader menjadikan tema milad tahun ini, "Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Perdamaian", sebagai gerakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
"Tema ini lahir dari keprihatinan sekaligus harapan. Kita hidup di zaman yang penuh dinamika, konflik, dan berbagai persoalan kemanusiaan. Di tengah situasi tersebut, ‘Aisyiyah dipanggil untuk menjadi penyejuk, penyambung persaudaraan, dan duta perdamaian," ungkapnya.
Menurut Iswandari, dakwah kemanusiaan telah menjadi ruh perjuangan ‘Aisyiyah sejak didirikan oleh Siti Walidah. Sejak awal, ‘Aisyiyah tidak hanya bergerak dalam pendidikan agama, tetapi juga menghadirkan sekolah, layanan kesehatan, dan berbagai kegiatan sosial yang berpihak kepada kaum lemah.
Ia juga menegaskan bahwa PCA Gondomanan memiliki warisan sejarah yang sangat berharga, yakni TK ABA Kauman yang dikenal sebagai taman kanak-kanak ‘Aisyiyah pertama di Indonesia, serta Mushola ‘Aisyiyah pertama yang menjadi bagian penting perjalanan dakwah perempuan Muhammadiyah.
Menutup refleksinya, Iswandari mengajak seluruh kader untuk memperbarui komitmen perjuangan di usia ke-109 tahun.
"Marilah kita memperkuat majelis taklim sebagai pusat pencerahan dan literasi perdamaian, memperluas layanan kesehatan dan pendidikan yang menjangkau kaum dhuafa, serta meneguhkan kader-kader yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki jiwa penolong," pesannya.
109 ‘Aisyiyah PCA Gondomanan tahun ini menjadi bukti bahwa dakwah tidak hanya hadir dalam ceramah, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Dari tepian Sungai Code, semangat dakwah kemanusiaan dan perdamaian terus diteguhkan untuk menjawab tantangan zaman. (Pipit)
Mengapa Ini Penting
Perkembangan ini penting diperhatikan pembaca karena berkaitan langsung dengan dari tepi sungai code, dan dampaknya bagi masyarakat.

