GUNUNGKIDUL (kupass.com) – Tantangan yang dihadapi oleh generasi muda saat ini telah mengalami pergeseran makna. Di era modern, perjuangan Pemuda Gunungkidul bukan lagi melawan keterbatasan fisik, melainkan bagaimana mengarahkan energi, kreativitas, dan penguasaan teknologi mereka agar tetap selaras dengan nilai-nilai luhur demi kemaslahatan umat serta kemajuan tanah kelahiran.
Kabupaten Gunungkidul sendiri merupakan perpaduan antara keindahan alam yang megah, nilai-nilai tradisi yang dijunjung tinggi, serta semangat warganya yang terus berbenah menuju masa depan yang lebih cerah. Alasan kuat itulah yang melandasi kenapa generasi muda harus bangga dengan daerah yang sering disebut sebagai Bumi Handayani ini.

Merespons tantangan zaman tersebut, Wahyudi Syakuri hadir sebagai salah satu pegiat dan aktivis muda Gunungkidul yang konsisten menjadi motor penggerak berbagai komunitas. Ia aktif mendampingi anak-anak muda untuk terus berkarya, peduli, dan mengasah potensi diri agar keberadaan mereka memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Pemberdayaan Berbasis Karakter dan Moral yang Kuat
Profesi sehari-harinya sebagai seorang pendidik di salah satu SMK Negeri favorit di Kabupaten Gunungkidul membuat Wahyudi Syakuri sangat lekat dengan dinamika dunia remaja. Pria kelahiran Kapanewon Tanjungsari ini menaruh perhatian dan kepedulian yang sangat besar terhadap ruang-ruang eksistensi pemuda.
Bagi Wahyudi, pemberdayaan berbasis karakter adalah harga mati. Dengan latar belakang keilmuan di bidang pendidikan dan manajemen organisasi, fokus utama pergerakannya adalah bagaimana mencetak generasi muda Gunungkidul yang tidak hanya kompeten secara keahlian (skill), tetapi juga memiliki akar karakter dan moralitas yang kokoh.
“Sinergi dan kolaborasi potensi daerah menjadi salah satu langkah strategis yang harus kita tempuh. Saat ini, Gunungkidul memiliki potensi kepemudaan yang sangat besar dan tersebar di berbagai kapanewon, mulai dari sektor ekonomi kreatif, pariwisata, hingga gerakan literasi,” tegas Wahyudi saat diwawancarai pada Rabu (20/05/2026).
Pemuda Sebagai Motor Penggerak Pembangunan Daerah
Lebih lanjut, Wahyudi menegaskan keinginannya agar pemuda dapat memberikan kontribusi yang konkret bagi pembangunan daerah. Ia tidak ingin para remaja hanya menjadi penonton pasif di tengah masifnya roda perkembangan zaman, melainkan harus tampil sebagai aktor utama atau motor penggerak pembangunan di Gunungkidul.
Di sisi lain, Wahyudi juga mengingatkan bahwa Gunungkidul memiliki nilai-nilai luhur kultural yang harus senantiasa dirawat bersama. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa setiap langkah pergerakan komunitas maupun organisasi kepemudaan wajib bersandar pada prinsip-prinsip yang dijunjung tinggi selama ini.
“Setiap pergerakan anak muda harus berlandaskan pada integritas, semangat gotong royong, serta orientasi kemanfaatan bagi masyarakat luas. Dengan begitu, kemajuan teknologi dan zaman yang kita kuasai tidak akan mencabut kita dari akar budaya Bumi Handayani,” pungkas Wahyudi optimistis.
