Respon Kebutuhan Umat, Muhammadiyah Gunungkidul Rilis Pedoman Pengajian Ta’ziah

Wonosari, (kupass.com)—Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul meluncurkan buku panduan khusus untuk layanan pengajian ta’ziah dan pengajian mendo’akan orang meninggal.

Peluncuran buku panduan ini merupakan bagian dari khidmat persyarikatan dalam pelayanan kepada masyarakat khususnya warga Muhammadiyah dan umat Islam pada umumnya.

Buku panduan ini mengupas tentang pedoman yang lurus, sederhana dan sesuai tuntunan syariat dalam pelaksaannya.

Dalam sambutannya, Ketua PDM Gunungkidul, Drs. Sadmonodadi, MA mengatakan bahwa pengajian terkait kematian dan mengirim doa untuk orang meninggal adalah kebutuhan bagi masyarakat kita.

“Kita telah melakukan diskusi panjang terkait hal ini dan ada rasa tenang, tenteram pada diri keluarga yang ditinggalkan dengan menyelenggarakan pengajian ini” terang Sadmono.

“Sudah ada ustadz-ustadz kita yang melayani kegiatan tersebut semata-mata untuk menghindarkan masyarakat dari hal yang tidak ada dalam syariat” lanjut Sadmono.

Muhammadiyah Gunungkidul melihat bahwa hal ini merupakan bagian dari tanggung jawab persyarikatan kepada masyarakat, oleh karena itu Muhammadiyah harus hadir dalam aktivitas tersebut.

Pengajian ta’ziah adalah pengajian yang dilakukan setelah pemakaman atas permintaan keluarga, yang berfungsi untuk menghibur keluarga, mengingatkan tentang kematian dan mendoakan. Selain itu, pengajian ta’ziah juga dapat digunakan sebagai media dakwah bil hikmah.

Hal tersebut dilakukan untuk mengenang dan mendoakan keluarga yang telah wafat pada waktu lampau, menjalin silaturahmi dan memperkuat iman dengan mengingat kematian.

Buku panduan ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan pemahaman teologis terkait doa bagi orang yang meninggal dunia, serta memberikan bimbingan kepada masyarakat agar pelaksanaan ta’ziah tidak menyimpang dari tuntunan syariat.