Panggang, (kupass.com)—Badan Koordinasi TKA-TPA (Badko) Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musyda) VII sebagai forum strategis organisasi.
Musyawara Derah ini dilaksanakam sebagai bagian dari evaluasi kinerja kepengurusan, penyusunan program kerja, serta penguatan arah kebijakan pembinaan pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Gunungkidul.
Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Gunungkidul, Kepala Kemenag Gunungkidul, Penewu Panggang, Ketua Badko DIY, AMM Yogyakarta dan pengurus rayon se-kabupaten Gunungkidul.
Ada yang berbeda dari kegiatan Musyda kali ini, event serupa yang biasanya dilaksanakan di kota Wonosari, tahun ini dilaksanakan di komplek Pondok Pesantren Darush Sholihin di Girisekar, Panggang, Gunungkidul.
Musyda dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul yang dalam hal ini diwakili oleh Kasi pontren H. Harsono, S.Ag., M.SI.
Kegiatan Musyda menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus sarana pengambilan keputusan penting terkait keberlanjutan program pembinaan TKA-TPA khususnya di Kabupaten Gunungkidul.
Musyawarah ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pengurus,ustadz-ustadzah, serta pemangku kepentingan pendidikan keagamaan. Mengingat saat ini sebagian besar guru PAI di sekolah belum fasih dalam membaca Al Qur’an, maka peran TKA dan TPA di lingkungan masyarakat sangat penting.
Secara umum, Musyawarah Daerah Badko TKA-TPA memiliki peran sebagai forum evaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus, penyusunan program kerja baru, hingga penentuan kepengurusan periode selanjutnya.
Dari Musyda kali ini terpilih Pimpinan Harian Masa Bakti 2024-2029, dengan jabatan Ketua Umum yang dipegang oleh Ustadz Arif Tyas Fitriyanto, Sekretaris Umum Mustofa Rofi’i, dan Ngatijo sebagai Bendahara Umum.
Forum ini juga menjadi wadah konsolidasi organisasi serta penentuan arah pengembangan pendidikan Al-Qur’an di daerah.
Melalui pelaksanaan Musyda VII ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kelembagaan TKA-TPA serta memperkuat peran pendidikan Al-Qur’an dalam membentuk karakter generasi muda yang religius, berakhlak mulia, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Selain menjadi agenda organisasi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar pengelola TKA-TPA serta penguatan visi bersama dalam membangun generasi Qur’ani di Kabupaten Gunungkidul.
