Di tengah kondisi darurat sampah Yogyakarta, pendekatan keagamaan digunakan sebagai ‘jihad lingkungan’ untuk mengubah perilaku pedagang dan pembeli.
YOGYAKARTA (kupass.com) – Mengusung semangat “Pasarku Tempat Ibadahku”, puluhan anggota ‘Aisyiyah dan warga sekitar Pasar Demangan mengikuti pelatihan khusus untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kegiatan yang digelar di SD Muhammadiyah Demangan pada Minggu (14/9/2025) ini merupakan bagian dari program “Green ‘Aisyiyah” untuk mengatasi masalah sampah di Yogyakarta.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PP ‘Aisyiyah dengan LAZISMU PP Muhammadiyah.
Darurat Sampah: Urgensi yang Mendasari Gerakan
Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta, Rowiyah, menegaskan bahwa program ini sangat relevan dengan kondisi kota saat ini. “Yogyakarta beberapa tahun ke belakang dan sampai saat ini masih mengalami darurat sampah, baik itu sampah organik rumah tangga maupun non-organik seperti plastik,” ungkapnya.

Urgensi ini diperkuat oleh narasumber Erwan Widyarto dari ICMI DIY, yang mengingatkan tentang tragedi TPA Leuwigajah di Cimahi pada 2005. “Ledakan akibat gas metana dari sampah yang tidak dipilah menyebabkan 157 korban meninggal dunia. Ini contoh nyata dampak buruk jika kita abai,” tegas Erwan.
Pendekatan Keagamaan sebagai ‘Jihad Lingkungan’
Menjawab tantangan tersebut, ‘Aisyiyah menggunakan pendekatan keagamaan yang unik. Ketua LLHPB PP ’Aisyiyah, Rahmawati Husein, menjelaskan bahwa gerakan ini adalah bagian dari Green ‘Aisyiyah dan sebuah “jihad lingkungan” yang berkelanjutan.

“Dengan semangat ‘Pasarku Tempat Ibadahku’, kami ingin menunjukkan bahwa di pasar pun kita bisa beribadah dengan cara menjaga lingkungan,” ujar Rahmawati.
Narasumber lain, Intan Mustikasari dari LLHPB PP ‘Aisyiyah, menambahkan bahwa nilai-nilai agama tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dapat menjadi penggerak kuat untuk mengajak pembeli dan pedagang beralih ke tas belanja guna ulang.
Menuju Ekonomi Sirkular dan Perilaku Baru

Pelatihan ini tidak hanya berisi motivasi, tetapi juga solusi praktis. Erwan Widyarto memaparkan konsep ekonomi sirkular dan edukasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai solusi masa depan untuk meminimalkan limbah.
Sementara itu, para peserta yang berjumlah 60 orang diajak aktif berdiskusi dalam kelompok untuk merumuskan strategi penerapan diet plastik di Pasar Demangan. Mereka berkomitmen untuk memulai pembiasaan diri dan menginspirasi masyarakat luas demi mewujudkan lingkungan yang lebih sehat.
