Wonosari (kupass.com) – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Gunungkidul menggelar Musyawarah Pimpinan Daerah I (Musypimda I) yang berlangsung di TK ABA III Wonosari pada hari Sabtu, 09 Agustus 2025, bertepatan dengan 15 Shafar 1447 H. Pertemuan ini diikuti oleh 104 utusan dari 18 cabang dan ranting ‘Aisyiyah di Kabupaten Gunungkidul.
Musypimda I ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi program-program yang telah berjalan selama separuh periode kepemimpinan, serta untuk merumuskan langkah-langkah strategis menuju periode berikutnya hingga tahun 2027, menyongsong Muktamar Muhammadiyah yang akan digelar di Medan, Sumatera Utara.

Agenda Utama Musypimda I ‘Aisyiyah Gunungkidul
Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gunungkidul, serta berbagai stakeholder terkait. Musypimda I ‘Aisyiyah berjalan lancar dan khidmat, membahas sejumlah program utama yang berfokus pada kepemimpinan perempuan, pemberdayaan ekonomi, dan isu-isu terkait pendidikan serta kesehatan masyarakat.
Salah satu pencapaian penting adalah peluncuran Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah, yang menjadi bukti nyata komitmen ‘Aisyiyah dalam mendorong perempuan untuk menjadi lebih mandiri, maju, dan berperan sebagai agen perubahan dalam masyarakat.
Peran ‘Aisyiyah dalam Pemberdayaan Perempuan

Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Gunungkidul, H. Endang Wahyuninugroho, S.Pd., menyampaikan bahwa ‘Aisyiyah Gunungkidul telah menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan berbagai program yang melibatkan pihak pemerintah dan swasta. Salah satu contoh nyata adalah program penanggulangan stunting yang diterima oleh masyarakat sebagai bentuk kepercayaan terhadap peran ‘Aisyiyah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Program-program seperti penanggulangan stunting ini sebagai bentuk kepercayaan bahwa ‘Aisyiyah memiliki peran penting yang menyasar langsung kepada penerima manfaat,” ujar Endang Wahyuninugroho.
Evaluasi dan Penghargaan bagi Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Unggulan
Musypimda I juga menjadi ajang untuk menyerap aspirasi dari para anggota yang hadir, serta untuk mengevaluasi program yang telah berjalan selama ini. Selain itu, penghargaan juga diserahkan kepada Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah yang berhasil menjadi pionir dalam berbagai bidang, seperti ketahanan pangan, kesehatan, dan dakwah. Penghargaan ini diharapkan bisa memotivasi cabang-cabang lainnya untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Kesimpulan
Musyawarah Pimpinan Daerah I ‘Aisyiyah Gunungkidul ini menunjukkan langkah dinamisasi perempuan berkemajuan, yang tidak hanya berfokus pada pemberdayaan ekonomi, tetapi juga pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan. Program-program yang dilaksanakan oleh ‘Aisyiyah Gunungkidul membuktikan bahwa organisasi ini terus berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi sosial dan memberdayakan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. Semoga langkah-langkah strategis yang telah dirumuskan dapat membawa dampak yang lebih besar untuk masyarakat Gunungkidul dan perempuan Indonesia pada umumnya.
