Tidak Ada Penyekatan Saat Nataru, Pemda Optimis Capai Target PAD Retribusi Wisata

  • Bagikan
Jumpa Pers Nataru
Jumpa Pers Nataru

Wonosari, (kupass.com)–Pemerintah memutuskan tidak akan melakukan penyekatan bagi masyarakat yang berkunjung ke wilayah Gunungkidul, tak terkecuali bagi wisatawan. Kondisi ini diprediksi akan membuat kunjungan wisatawan ke wilayah destinasi semakin meningkat.

Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul pun optimis bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata bakal tercapai dari target yang sudah ditentukan.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan bahwa kunjungan wisatawan pada Minggu (19/12/2021) kemarin jumlahnya cukup banyak. Dalam sehari itu, tercatat sebanyak 34 ribu wisatwan masuk ke wilayah destinasi wisata di Kabupaten Gunungkidul.

“Target PAD kami Rp 12 MilIar lebih. Sementara pada Jumat kemarin PAD kami dari sektor wisata sudah mencapai Rp 10,72 Miliar,”terangnya.

Pada akhir – akhir ini pihaknya pun terjun langsung melakukan pemantauan bahkan ketika dini hari. Sejumlah pejabat termasuk Plt Dispar Gunungkidul mendatangi Pos retribusi sebagai upaya pengendalian internal Pemerintah.

“Ini juga sebagai upaya membangun penguatan komunikasi antara Dinas dan petugas khususnya penjaga pos TPR Kalurahan. Kami lakukan sebagai upaya peningkatan Pendapatan dan mohon dukungan pencapaian retribusi bisa terpenuhi,”pungkasnya.

Baca Juga:  Pelayanan Menggunakan Sistem Daring, Dukcapil Sebut Sudah Tidak Ada NIK Ganda

Sementara itu Kepala Seksi Pengendalian Operasi Dinas Perhubungan Kabupaten Gunungkidul Bayu Susilo Aji
menegaskan tidak penyekatan atau putar balik kendaraan saat Nataru. Namun demikian pihaknya berupaya melakukan pembatasan dengan skema lain.

“Kami akan fokus pada pemeriksaan syarat perjalanan. Khususnya bagi penumpang yang akan berangkat dari terminal bus, seperti Terminal Dhaksinarga Wonosari,”tutur Bayu.

Syarat perjalanan yang dimaksud antara lain sertifikat vaksin hingga kondisi kesehatan penumpang. Pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan cara tes cepat (Rapid Test).
Dia menegaskan bahwa jika syarat perjalanan tidak terpenuhi, maka penumpang yang bersangkutan tidak diperkenankan untuk berangkat. Adapun proses pemeriksaan akan diserahkan sepenuhnya ke pengelola terminal.

“Nanti akan ada pemeriksaan oleh Kapolisian di sejumlah titik, saat ini masih menunggu petunjuk teknis,”pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.