Cemburu Mall Sudah Beroperasi, Pelaku Wisata Bakal Kibarkan Bendera Putih Jika Destinasi Tak Segera Dibuka

  • Bagikan
Pelaku Wisata Saat Menggelar Rapat
Pelaku Wisata Saat Menggelar Rapat

Wonosari, (kupass.com)–Jika dalam waktu dekat kawasan destinasi wisata di Kabupaten Gunungkidul tidak dibuka, para pelaku wisata bakal mengibarkan bendera putih secara serentak. Hal ini dilakukan sebagai ungkapan kondisi keterpurukan usaha akibat pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan kepada Bupati Gunungkidul melalui surat resmi dan ditandatangani oleh sejumlah asosiasi pelaku wisata seperti Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Forkom Pokdarwis Gunungkidul.

Ketua PHRI Gunungkidul Sunyata mengakui rencana aksi pengibaran bendera putih itu akan dilakukan dalam waktu dekat. Tepatnya pada tanggal 09 Oktober jika kawasan destinasi wisata tidak segera dibuka.

“Jujur kami cemburu dimana mall (pusat perbelanjaan) dan bioskop sudah boleh buka, tetapi justru destinasi yang kebanyakan dikelola masyarakat langsung malah belum diijinkan uji coba,”keluh Sunyata, Jumat (08/10/2021).

Selain PHRI, HPI dan Forkom Pokdarwis, kesepakatan aksi pengibaran bendera putih itu juga disepakati oleh Biro Perjalanan Wisata (BPW), Asosiasi Pariwisata Indonesia (Asperwi) dan Perkumpulan Jasa Boga Indonesia (PPJI) di Gunungkidul.

“Kedepakatan ini adalah hasil pertemuan yang dilakukan oleh gabungan asosiasi pelaku wisata Gunungkidul yang dilaksanakan di tempat kami pada Rabu tanggal 6 Oktober 2021,”ucapnya.

Penutupan akses ke seluruh destinasi wisata di Gunungkidul hingga kini disebut Sunyata memperpanjang masa penderitaan pelaku wisata yang memiliki mengelola usaha jasa pariwisata.

“Padahal pengeluaran atas kewajiban rutin tidak bisa ditunda dan harus dipenuhi seperti kebutuhan sehari-hari bayar gaji karyawan rekening listrik dan PAM cicilan Bank dan lain-lain. Di Kota sudah ramai jualan, di Taman Kuliner sudah ramai orang jualan, tetapi teman – teman saya yang dipantai dan di Pindul belum diijinkan buka,”imbuhnya.

Baca Juga:  Tak Ada Calo, Warga Menilai Pelayanan SKCK Polres Gunungkidul Memuaskan

Sunyata menegaskan bahwa, merujuk pada pembukaan beberapa Mall dengan kapasitas pengunjung seperti diatur melalui PPKN level 3, pihaknya meminta kebijakan untuk membuka akses ke seluruh destinasi wisata Gunungkidul.

“Pelaku maupun tempat usaha disetiap destinasi wisata siap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan konsisten. Malahan ada yang telah memiliki sertifikat CHSE dan lebih banyak lagi telah memiliki kartu sertifikat vaksin. Oleh karena itu semestinya tidak perlu ada lagi kekhawatiran yang berlebih dalam upaya bersama mencegah penularan Covid-19 sejak PPKM level 3 diberlakukan,”pungkasnya.

Terpisah Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono menjelaskan bahwa, pembatasan dan penutupan kawasan destinasi wisata itu telah diatur oleh Pemerintah Pusat. Menurut Harry Pemda Gunungkidul saat ini telah berupaya untuk dapat memenuhi segala persyaratan, sehingga nantinya aktifitas pariwisata mendapatkan kelonggaran. Jika kawasan destinasi wisata segera dibuka, Dispar sendiri bakal melibatkan lintas sektoral, khususnya dengan melibatkan insan pariwisata di Kabupaten Gunungkidul.

“Kami meminta pelaku wisata mengurungkan aksi itu (mengibarkan bendera putih) agar kondisi tetap kondusif,”kata Harry.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *