IMG 20210310 153450

Bupati Sunaryanta Bakal Integrasikan Mina Padi Kalurahan Pulutan Jadi Wisata Internasional

Wonosari, (kupass.com)–Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengunjungi budidaya Mina Padi di Padukuhan Temu, Kalurahan Pulutan, Kepanewon Wonosari, Rabu (10/03/2021). Konsep Mina Padi tersebut kedepan bakal diintegrasikan menjadi wisata berkelas Internasional.

Bupati Saat Berkunjung Ke Pulutan

Bupati Saat Berkunjung Ke Pulutan


Budidaya Mina Padi sendiri adalah konsep penanaman tanaman padi yang dipadukan dengan ikan air tawar. Dalam kunjungannya Sunaryanta menjanjikan konsep tersebut tidak akan berhenti dalam pengembangannya.

“Sebetulnya ini konsep lama, tapi yang menyelenggaran seperti ini sedikit karena lahan dan terkendala air,”ujar Bupati.

Meskipun demikian dia menyebut, konsep budidaya Mina Padi merupakan pilot project yang sangat luar biasa. Pemberdayaan Mina Padi yang dikelola oleh kelompok tani ini disebutnya akan membuat orang perkotaan merasa senang jika berkunjung ke wilayah tersebut.

“Mudah – mudahan nanti bisa kita integrasikan dengan konsep wisata. Orentasi saya seperti itu,”terangnya.

Sunaryanta berujar jika di Gunungkidul terdapat lokasi yang seperti ini pihaknya akan memerintahkan instansi terkait untuk melakukan pendampingan. Hal ini menurutnya bakal menjadi konsep pemberdayaan masyarakat yang sangat bagus.

Baca Juga:  Kandang Ayam Tiba - tiba Ambruk, Pemilik Alami Kerugian Puluhan Juta

“Orang kota dan orang asing akan senang melihat seperti ini, “imbuhnya.

Terpisah salah satu pengelola sekaligus Bendahara Kelompok Tani Mina Lembah Desa Mandiri Ruswanto mengatakan, konsep Mina Padi sendiri baru berjalan 6 bulan. Di lahan seluas 1,5 hektar tersebut seluruhnya menjadi project kegiatan budidaya Mina Padi.

“Kalau ikan yang dipelihara ada Nila, Koi dan Tombro. Satu tahun bisa panen 3 kali, “terangnya.

Selama ini para anggota Kelompok Tani mencari ikan dengan cara swadaya mandiri. Pihaknya berharap kedepan budidaya Mina Padi dengan konsep pemberdayaan masyarakat tersebut mendapatkan perhatian lebih dari Pemerintah Daerah.

“Banyak keuntungannya, selain minim penyakit pada tanaman padi dan menguragi pupuk non pestisida, Ikan dari hasil Mina Padi juga dapat dikonsumsi ataupun dijual,”terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *