Tak Hanya Masalah Kemiskinan, Baznas Gunungkidul Juga Akan Berperan Mengatasi Masalah Sosial

Silaturahmi Baznas & FWG
Silaturahmi Baznas & FWG

Wonosari, (kupass.com)–Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gunungkidul akan ikut berperan mengatasi permasalahan sosial di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Tidak hanya masalah kemiskinan, badan resmi satu-sarunya yang dibentuk Pemerintah ini juga bakal mengatasi masalah bunuh diri dan warga masyarakat yang terjerat rentenir.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Baznas Gunungkidul Mustangid saat silaturahmi dengan Forum Wartawan Gunungkidul (FWG) Wisanggeni pada Kamis (07/07/2022).

Pengurus baru Baznas kali ini disebut Mustangid terus mencoba melakukan pendekatan kepada seleruh pihak. Usai melaksanakan workshop beberapa waktu yang lalu, akhirnya muncul Rencana Tindak Lanjut (RTL) tentang terbitnya Surat Edaran Sekretaris Daerah.

“Karena SE sebelumnya tidak efektif. Zakat merupakan kewajiban muslim namun masih ada yang memahami bahwa zakat itu sukarela sesuai dengan keikhlasannya sehingga sosialisasi kewajiban zakat terus dilakukan,”kata dia, Jumat (08/07/2022).

Menurut Mustangid, sebelum SE yang baru terbit rata-rata ASN di Gunungkidul hanya mezakatkan penghasilannya Rp 11.000 per bulan per ASN. Jumlah ini disebutnya sangat jauh dibandingkan dengan ASN di Kabupaten Kulonprogo yang mezakatkan penghasilannya Rp 140.000 per bulan per ASN.

“SE sekda diatas merupakan langkah dakwah penyadaran bahwa semua penghasilan diluar gaji pokok wajib di zakati.
Sehingga ada letupan pada tiga bulan pertama,”imbuhnya.

Dalam program kerjanya, Baznas Gunungkidul kedepan bakal ikut berperan dalam menyelesaikan permasalahan sosial.
Diantaranya yakni pembangunan Rumah Tidak Layak Huni bagi warga miskin dan bencana sosial.

“Permasalahan sosial kompleks lainnya seperti orang yang ingin bunuh diri karena rentenir dan anak lahir tanpa bapak,”terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.