Relawan Peduli Gunungkidul Kembali Beraksi, Bagikan Ratusan Nasi Kotak Kepada Warga Terdampak PPKM

  • Bagikan
IMG 20210817 WA0057
IMG 20210817 WA0057

Wonosari, (kupass.com)–Relawan Peduli Gunungkidul (RPG) kembali beraksi melaksanakan kegiatan bakti sosial, Selasa (17/08/2021). Baksos yang diwujudkan pembagian ratusan nasi kotak itu menyasar warga masyarakat yang bekerja dari berbagai profesi.

Mereka yang terdampak perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 menjadi sasaran penerima aksi baksos RPG.

Koordinator RPG Fajar R mengatakan bahwa, kegiatan baksos yang dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa 16/17 Agustus 2021 ini menyasar di dua lokasi. Yang pertama dilaksanakan di Bunderan Siyono, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen dan hari kedua dilaksanakan di Terminal Dhaksinarga Wonosari.

“Aksi ini dalam rangka menyambut HUT RI yang ke 76. Baksos dilaksanakan dengan membagikan sejumlah 100 paket nasi kotak menyasar Pedagang Kaki Lima (PKL), ojek online, pedagang asongan dan awak bus angkutan umum,”terangnya.

Meskipun kegiatan baksos ini dinilai tidak seberapa, dia berharap baksos peduli kepada sesama ini dapat menginspirasi pihak yang berkecukupan khususnya para pejabat Pemerintahan untuk membantu warga yang membutuhkan.

Baca Juga:  Seorang Lelaki Paruh Baya Ditemukan Gantung Diri di Kandang Kambing

“Itu memang harapan kami. Mari bahu membahu untuk peduli kepada sesama khususnya warga yang terdampak PPKM,”terangnya.

Suyatno salah satu warga masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang asongan mengaku dampak perpanjangan sangat dirasakannya. Meskipun ada kelonggaran (relaksasi) namun tidak mempengaruhi penghasilannya.

“Kami sangat berterimakasih masih ada yang peduli seperti relawan peduli Gunungkidul yang membantu kami. Harapan kami pandemi ini segera berakhir dan kami kembali hidup normal seperti sedia kala,”kata Suyatno.

Tak jauh beda dengan Suyatno, tukang ojek online bernama Triyanto menyampaikan keluhannya terhadap perpanjangan PPKM. Pihaknya tidak dapat berbuat banyak dan hanya bisa pasrah dengan keadaan pandemi Covid-19.

“Kelonggaran relaksasi ada peningkatan 50 persen dari 30 persen. Namun itu sebenarnya masih jauh dari cukup untuk kebutuhan sehari – hari, “katanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *