Pengamen Asal Tepus Ini Pernah Berduet Dengan Mantan Presiden SBY

  • Bagikan
Mahasiwa Staiyo Bersama Samijan
Mahasiwa Staiyo Bersama Samijan

Tepus,(kupass.com)–Suara merdu Pendek mengikuti alunan musik jenis kencrung (gitar kecil) yang dimainkannya dengan sangat lihai. Pengamen asal Padukuhan Gembuk, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus itu mempunyai suara vocal yang khas.

Pria berusia 46 tahun itu bahkan pernah berduet dengan Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono ketika berkunjung ke Gunungkidul dan mampir di salah satu warung Bakso Taman Parkir Kota Wonosari. Duet dengan seorang Presiden pada tahun 2018 lalu itu membuat Pendek merasa bangga.

Bapak dua anak itu bernama asli Samijan. Teman dan tetangganya terbiasa memanggilnya mas Pendek lantaran fisiknya berbeda dengan orang pada umumnya. Namun demikian keterbatasan fisik itu tak membuat Pendek berkecil hati. Dia merupakan sosok laki – laki pekerja keras dan bertanggungjawab.

Samijan diketahui memang berprofesi sebagai pengamen. Pada setiap harinya dia menghibur para pelanggan Bakso legendaris Wariyun di Taman Parkir Wonosari. Dengan suara memekik, Pendek menyanyikan berbagai lagu hits baik Keroncong, Pop, Campursari maupun dangdut Koplo.

Baca Juga:  Pernah Melakukan Percobaan Bunuh Diri Namun Gagal, Simbah Ditemukan Tergantung Oleh Istrinya

Selain mempunyai suara yang cukup apik, Pendek ternyata juga sangat menguasai alat musik Keyboard. Bahkan dia sering tampil manggung sebagai MC di berbagai acara musik Campursari dan hajatan.

“Kalau pas tidak bekerja (Ngamen) ya bertani ke ladang,”ujar Pendek ditemui di rumahnya, Selasa (12/10/2021).

Diakuinya, selama pandemi ini dia memang banyak menghabiskan kegiatannya dirumah. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat Pendek mengurangi aktifitas bekerja sebagai pengamen di Taman Parkir.

“Selama pandemi ini kegiatan dirumah beternak, melukis dan membuat lagu,”terangnya.

Meskipun hanya tamatan SD, tak menghalangi Samijan untuk terus berkarya dalam hal seni. Bahkan dia menciptakan lagu berjudul “Trimo Meneng”. Keterbatasan fisik dan pendidikan dikatakan Pendek tidak menghalanginya untuk terus berkarya dan meghibur orang banyak.

Penulis : Tanjung Ari Rohwati & Nurul Hikmah (Mahasiswa Staiyo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *