Kisah Widodo, Sekolahkan Adiknya Dengan Menjual Kayu Bakar

  • Bagikan
Widodo & Adiknya
Widodo & Adiknya

Playen,(kupass.com)–Kehidupan Widodo (36) mungkin tak seberuntung seorang warga lain pada umunnya. Diusianya yang sudah menginjak kepala empat warga Padukuhan Kedungmanglu, Kalurahan Banyusoca, Kapanewon Playen itu harus menghidupi dan menyekolahkan adiknya bernama Fathakul Nurjana dengan menjual kayu bakar.

Ditemui di rumahnya, lelaki yang masih bujang itu mengaku belum menikah lantaran fokus menyekolahkan adiknya yang saat ini sudah lulus SMA. Kedua orang tua mereka telah meninggal beberapa tahun yang lalu ketika Widodo masih berusia remaja.

Dua bersaudara itu hanya hidup di rumah sederhana berukuran 3 x 9 meter. Dinding tempat Widodo dan Nurjana tinggal hanya blabak yang terbuat dari kayu, sementara lantainya pun masih tanah.

Untuk menerangi gelapnya malam, mereka hanya menumpang jaringan listrik milik saudaranya yang lokasinya tak jauh dari tempat Widodo tinggal.

Kepada wartawan kupass.com menceritakan bahwa ayahnya meninggal ketika Widodo masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), sedangkan adiknya masih di bangku Sekolah Dasar (SD). Beselang kurang lebih 4 tahun ibunya menyusul ayahnya meninggal karena sakit.

Baca Juga:  Ponpes Darush Solikhin Salurkan Bantuan Uang Dan Kurma Kepada 800 Masjid Se - Gunungkidul

“Untuk mencukupi kehidupan sehari – hari dan menyekolahkan adik, saya mencari kayu bakar untuk dijual kepada warga sekitar,”kata Widodo, Minggu, (03/10/2021).

Keuletan dan kerja keras Widodo yang tak kenal menyerah membuahkan hasil ketika adiknya lulus sekolah setahun yang lalu.
Widodo mengakui jika selama ini hidupnya terbantu lantaran mendapatkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah. Sedikit banyak, bantuan itu digunakan untuk mencukupi kehidupannya sehari – hari.

“Sudah beberapa kali saya mendapatkan bantuan yang tiga ratus ribu dari Kalurahan,” Imbuhnya.

Sementara itu Dukuh Kedungmanglu Burhan Tholib mengatakan, pihak Kalurahan sudah berupaya usulkan terkait bantuan lain yang bisa diakses Seperti Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Bantuan sudah kami prioritaskan, namun untuk RTLH sudah kami usulkan bahkan sudah di survei tapi belum ada tidak lanjut,”terangnya. (Wnt)

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *