Jadi Tulang Punggung Keluarga, Guru Honorer Dapat Program Bedah Rumah Senilai Puluhan Juta

  • Bagikan
IMG 20210607 WA0028
IMG 20210607 WA0028

Nglipar, (kupass.com)–Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Gunungkidul kembali melaksanakan bakti sosial berupa bedah rumah warga kurang mampu. Bedah rumah Lazismu ke 4 ini menyasar rumah seorang guru honorer bernama Dian Wulandari (25) warga Padukuhan Ngangkruk, Kalurahan Pilangrejo, Kapanewon Nglipar.

Kondisi Rumah Dian Wulandari Sebelum Direnovasi
Kondisi Rumah Dian Wulandari Sebelum Direnovasi

Selain berprofesi sebagai guru honorer, Dian juga menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Rumah reot tidak layak huni dengan dinding anyaman bambu itu menjadi pertimbangan tim bedah rumah Lazismu Gunungkidul untuk merenovasinya secara total.

Ketua Lazismu Gunungkidul Wahyudiono mengatakan bahwa, pihaknya berhasil mengumpulkan donasi dari para donatur untuk kegiatan ini senilai Rp 25.000.000. Total dana tersebut bakal digunakan oleh tim bedah rumah untuk membeli material yang akan digunakan untuk pembangunan.

Proses pengerjaan bedah rumah oleh relawan
Proses pengerjaan bedah rumah oleh relawan

“Kami memilih mbak Dian karena yang bersangkutan adalah tulang punggung bagi 4 anggota keluarganya. Rumahnya masih berdinding bambu. Atas kondisi tersebut dan komunikasi dengan pemerintah setempat, kami membantu mewujudkan mimpi beliau untuk memiliki rumah layak huni dengan ukuran 6 x 6 m,”kata Wahyudiono, Senin (07/06/2021).

Baca Juga:  Kendaraan Berplat Luar Gunungkidul Terjaring Razia Petugas Gabungan

Sementara itu Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul Sadmonodadi mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah mensuport kegiatan bedah rumah itu. Setelah nantinya berdiri, rumah tersebut diharapkan dapat digunakan bagi penerima manfaat untuk berkumpul, beribadah bersama keluarganya.

“Sehingga nantinya dapat membawa keberkahan dan menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah dalam kehidupan sehari – harinya,”kata Sadmonodadi.

Kegiatan Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Lazismu Gunungkidul sendiri telah berjalan yang keempat kali. Rumah Dian Wulandari mulai dibangun dengan ditandai peletakan batu pertama Pada Minggu (06/06/2021).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *