Ganggu Tanaman Petani di Gunungkidul, Kera Ekor Panjang Ditangkap Suku Badui

  • Bagikan
Suku Baduy
Suku Baduy

Tanjungsari, (kupass.com)–Populasi Kera ekor panjang yang terus meningkat di wilayah Kabupaten Gunungkidul membuat resah warga masyarakat khususnya para petani. Kondisi ini
mendapatkan perhatian khusus dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta.

Untuk mengurangi populasi kera ekor panjang tersebut, BKSDA melibatkan Suku Baduy untuk menangkapnya. Suku Baduy disebut mempunyai keahlian khusus untuk menangkap hewan yang dianggap hama oleh petani itu.

Polisi hutan Suaka Margasatwa (SM) Paliyan Agus Sunarto mengatakan, di Yogyakarta sendiri penangkapan kera ekor panjang
mendapat kuota 300 ekor. Populasinya hingga saat ini menyebar di 16 Kapanewon.

“Populasi kera ekor panjang ini sebenarnya telah di tempatkan di habitat hutan konservasi suaka margasatwa Paliyan, namun koloninya telah keluar dan mengganggu tanaman pertanian masyarakat. Sehingga pihak BKSDA melakukan penangkapan kera guna mengurangi populasinya,”tuturnya, Jumat (24/09/2021).

Baca Juga:  Alumni SMP Ini Patungan Hingga Jutaan Rupiah, Bantu Wilayah Gunungkidul Yang Alami Kekeringan

Bupati Gunungkidul Sunaryanta hadir untuk menyaksikan proses penangkapan di lokasi Alas Klampok, Kalurahan Girisekar Panggang dan Alas Klapean, Kalurahan Jetis, Kapanewon Saptosari pada Kamis (23/09/2021). Sunaryanta berujar keberadaan kera ekor panjang disebutnya penting dalam menjaga ekosistem hutan.

“Perlu dijaga populasinya salah satunya dengan penangkapan ini.
Keterlibatan suku Badui diperlukan karena memiliki keahlian khusus sehingga dalam penangkapan kera tanpa harus menyakiti,”terangnya.

Salah satu suku Baduy yang terlibat dalam penangkapan yakni Dudung menjelaskan, selama di wilayah Gunungkidul pihaknya berhasil menangkap sebanyak 70 ekor kera. Proses penangkapan tersebut dilakukan menggunakan jebakan jaring.

“Kera di giring ke lokasi jebakan jaring yang sebelumnya kita pasang. Setelah terjebak kita tangkap menggunakan tangan kosong,”terang Dudung.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *