IMG 20200928 WA0041

Ditengah Pandemi Heru Winarto Berhasil Membudidayakan Jamur Janggel Jagung

Playen, (kupass.com)–Heru Winarto warga Padukuhan Tanjung 1, Kalurahan Bleberan, Kepanewon Playen memanfaatkan limbah Janggel Jagung menjadi sebuah peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Disaat kondisi pandemi Covid-19 Heru akhirnya menemukan sebuah ide pengembangan bisnis pertanian dengan modal kecil namun hasilnya menggiurkan.

InShot 20201005 161754612

Edi Supadmo

Ditemui dikediamannya Heru mengatakan bahwa, oleh para petani janggel jagung biasanya hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan. Dengan pengalamannya sebagai pegiat pertanian, bapak tiga anak itu akhirnya memutuskan untuk memanfaatkan hasil panen tanaman jagung di yang sangat melimpah untuk disulap menjadi pundi – pundi rupiah.

“Jamur janggel jagung ini waktu panennya pendek, bisa kontinyu dan hasilnya juga lumayan. Per kilo dijual ke pasar harganya Rp 27.000, “ujarnya, Senin (03/10/2020).

Menurutnya, selain sudah berpengalaman di bidang pertanian tata cara budidaya jamur janggel jagung diperolehnya dengan cara browsing di internet. Agar menghasilkam jamur yang baik, prosesnya pun juga sangat mudah. Heru menjelaskan yang harus dilakukan pertama adalah membuat bedengan menggunakan terpal berbentuk persegi panjang berukuran 1 x 5 meter.

Baca Juga:  Aksi Cepat Tanggap DIY Bagikan Masker Kepada Masyarakat

“Bedengan itu diberi rangka tepi dengan tinggi 50 cm. Sementara alas bawah berupa karung goni, ini bertujuan untuk menjaga kelembaban,”imbuhnya.

Tidak pelit ilmu, dia juga menjelaskan, setelah papan selesai barulah janggel jagung disebar denga estimasi per bedeng sebanyak 5 karung janggel. Setelah tertata rapi, barulah janggel ditaburi ramuan campuran berupa katul, urea dan ragi yang ditumbuk halus.

“Setelah ditaburkan lalu disiram menggunakan air sebanyak 10 liter. Setelah itu ditutup dengan mulsa plastik. Selama tujuh hari disiram air setiap pagi dan sore hari, “katanya.

Lanjut Heru memaparkan, dalam kurun waktu 7 hari jamur janggel jagung dapat dipanen saat pagi dan sore hari. Setiap bedeng dapat menghasilkan 2 kilogram dengan harga per kilo dijual ke pengepul Rp 27.000.

“Tinggal mengkalikan saja hasilnya kalau kita budidaya sebanyak 5 bedeng. Satu bedeng dapat bertahan selama satu bulan, “terangnya.

82 views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *