Curhatan Online : Bahagia Itu Menular

  • Bagikan
FB IMG 1619857056377
FB IMG 1619857056377

Paliyan, (kupass.com)–
Tidak hanya Covid-19 yang menular, ternyata bahagia juga menular. Ini bukan jargon, sebuah penelitian yang dilakukan oleh profesor Nicholas Christakis dari Harvard University tentang hubungan kebahagiaan dan kesehatan pada 5000 responden selama 2 tahun menunjukkan bahwa, ketika seseorang merasa bahagia, bahagianya bisa menular atau dirasakan oleh orang dekat atau orang sekelilingnya. Hal ini bisa dipahami karena pada dasarnya suka dan duka adalah energi. Dan berdasarkan hukum kekekalan energi, energi tidak bisa dimusnahkan hanya berubah bentuk menjadi energi lainnya, termasuk energi bahagia.

Dari sisi psikologi, mengapa bahagia itu menular karena bahagia menggerakkan pikiran, perasaan dan perilaku positif pada orang-orang sekelilingnya. Dalam teori modelling ada kecenderungan manusia akan meniru dan merespon sosok yang dominan atau sering berinteraksi dengannya. Sehingga wajar, tanpa disadari ketika ada orang yang berbahagia, perilaku bahagianya akan ditiru orang-orang sekelilingnya baik disadari atau tidak. Contohnya, saat orang bahagia bertemu orang lain, ia akan tersenyum dan kemudian orang tersebut spontan membalas senyumannya.

Baca Juga:  Hari Bermuhammadiyah, Lazismu Rongkop Bagi -bagi Sembako

Meskipun ukuran bahagia sangat relatif antara satu orang dengan orang lainnya, tapi yang pasti semua orang punya alasan untuk bahagia dan untuk berduka. Hanya kadangkala seseorang tidak merasa bahagia karena ia membandingkan kebahagiaan orang lain dengan dirinya. Padahal prasangkanya belum tentu benar. Belum tentu juga ia sanggup menjalani kehidupan orang yang dianggapnya lebih bahagia darinya.

Apapun keadaan kita hari ini semoga kita tetap bisa memutuskan untuk bahagia. Karena bahagia itu diputuskan bukan dicari.

Curhatan Online adalah sebuah artikel rubrik khusus yang ditayangkan oleh media online kupass.com setiap akhir pekan. Rubrik ini ditulis langsung oleh Psikeater RS PKU Muhammadiyah Wonosari dan RSUD Wonosari Ida Rochmawati.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *