Bayi Tujuh Bulan Ikut Khitan Masal Gratis di Ponpes Darush Solikhin

Panggang, (kupass.com)-Pondok Pesantren Darush Solikhin didukung Yayasan Rumaysho Indonesia melaksanakan Khitan masal gratis di komplek pondok yang berada di Padukuhan Warak, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, Selasa (26/12/2023). Dalam kesempatan kali ini ada peserta paling muda yang mengikuti Khitan masal tersebut, yakni bayi berusia 7 bulan.

Pengasuh Ponpes Darush Solikhin Ustad Muhammad Abduh Tuasikal mengatakan bahwa, kegiatan sosial Khitan masal gratis ini kali ini adalah yang ke 8 kalinya. Khitan masal yang diikuti oleh ratusan anak ini berasal dari berbagai daerah seperti Kabupaten Sleman, Bantul dan Yogyakarta. Bahkan ada dari dareah Kabupaten Boyolali dan Wonogiri Jawa Tengah.

“Tahun ini ada 120 peserta Khitan masal
Usia paling muda 7 bulan,”kata Ustad Abduh.

Mereka (peserta) Khitan masal mendapatkan peralatan sekolah, sarung, peci, uang transportasi dan uang saku. Setiap kegiatan ini disebut Ustad Abduh telah mendapatkan suport penuh dari Yayasan Rumaysho Indonesia serta jamaah kajian yang ada di beberapa lokasi seperti Yogyakarta.

“Dukungan dari banyak pihak sehingga kami bisa melaksanakan dari tahun ke tahun,”imbuhnya.

Salah satu orang tua peserta Khitan masal Marvel Miguel bersyukur anaknya bisa ikut dalam kegiatan Khitan masal yang dilaksanakan oleh Ponpes Darush Solikhin tersebut. Diakuinya bahwa Marvel sengaja mengkhitankan anaknya yang masih berusia 7 bulan itu karena beberapa alasan.

“Alhamdulillah dimudahkan dan saya dapat pemahaman bahwa ada kelebihan ketika khitannya masih bayi. Selain penyembuhannya lebih cepat juga kemungkinan sangat kecil memiliki trauma terhadap rasa sakit,”kata pria asal Kabupaten Sleman ini.

Disela-sela kegiatan Khitan masal tersebut juga diserahkan mobil operasional untuk SlB Muhammadiyah Ponjong.

Penyerahan Mobil Operasional SLB Muhammadiyah Ponjong
Penyerahan Mobil Operasional SLB Muhammadiyah Ponjong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *