Screen Shoot Percakapan Perintah Lurah Menangkan Jagonya Viral, Pengisian Pamong Girisuko Memanas

Spanduk Menuntut Transparansi
Spanduk Menuntut Transparansi

Panggang, (kupass.com)–Proses pengisian Pamong Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang memanas. Hal ini terjadi usai screen shoot percakapan yang diduga adalah Lurah dan Carik yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia pengisian pamong viral dan beredar luas di kalangan masyarakat. Screen Shoot percakapan WhatsApp itu berisi perintah Lurah Girisuko Jamin Paryanto untuk memenangkan salah satu calon peserta.

Permasalahan ini membuat Pemerintah Kalurahan Girisuko dan Kapanewon Panggang serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKPPKB) dipanggil Komisi A DPRD Gunungkidul untuk dimintai klarifikasi.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa, Kalurahan Girisuko sebelumnya akan melakukan pengisian jabatan Pamong Kalurahan. Namun usai dilakukan sosialisasi, beredar di kalangan warga masyarakat tentang dugaan kecurangan yakni perintah Lurah Girisuko Jamin Paryanto kepada Ketua Panitia yang tak lain adalah Sekretaris Kalurahan untuk memenangkan salah satu calon pendaftar. Hal ini kemudian dikuatkan dengan viralnya screen shoot percakapan WhatsApp antara kedua belah pihak.

“Memang ada bahasa pak Lurah mengarahkan. Saya gak mau tahu si A harus jadi, supaya tidak ada celah,”kata salah sumber dari dalam Kalurahan Girisuko membacakan isi percakapan yang diduga antara Lurah dan Ketua Panitia.

Dengan adanya bahasa seperti itu kemudian timbul permasalahan di kalangan warga masyarakat. Selain percakapan tersebut, sumber dari dalam Kalurahan itu juga melihat langsung isi percakapan yang diduga antara intruksi Lurah kepada tim penguji

“Saya melihat langsung percakapan intruksi itu. Screen Shoot percakapannya ada beberapa orang dan masyarakat sudah terlanjur tahu,”terang dia.

Sebagai salah satu Pamong, dia merasa prihatin dan berharap agar kejadian ini menjadi pembelajaran semua pihak bahwa masyarakat saat ini sudah cerdas. Dia juga meminta agar pengisian Pamong di Kalurahan Girisuko berjalan sesuai juknis (petunjuk teknis) yang ada.

“Intinya harus transparan. Yang dikehendaki masyarakat jangan sampai menunjuk ke salah satu jago, tapi kalau kemenangan seperti ini akan menjadi masalah,”tegasnya.

Salah satu tokoh warga yakni Ashari menyampaikan bahwa, sebelumnya pada waktu sosialisasi Ketua Panitia justru disebutnya telah menggiring opini dan memihak kepada salah satu calon peserta yang mendaftar. Tak hanya itu, yang membuat warga masyarakat geram adalah percakapan yang diduga adalah Ketua Panitia membocorkan kisi-kisi soal kepada salah satu calon.

“Nyuruh belajar tentang soal di Peraturan Bupati (Perbub). Saya melihat sendiri screen shoot percakapan WhatsApp itu,”imbuhnya.

Ashari juga meminta agar Panitia tidak membodoh-bodohi warga masyarakat yang sudah terlanjur kecewa dengan proses penjaringan pamong Kalurahan Girisuko. Namun jika nantinya panitia tetap nekat melakukan kecurangan dalam proses pengisian Pamong, maka warga masyarakat akan tegas menolak siapapun Calon yang akan dimenangkan.

“Harus transparan dan jangan ajari kami untuk curang. Karena ini hubungannya dengan warga masyarakat,”terang dia.

Dikonfirmasi terpisah Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Gunungkidul Sugeng Nurmanto mengakui bahwa adanya laporan dari warga tersebut. Beberapa waktu lalu, Komisi A telah melakukan pemanggilan kepada Lurah, Panewu dan DPMKPPKB serta Bidang Hukum Setda Kabupaten Gunungkidul. Dari hasil pemanggilan tersebut, Lurah mengklarifikasi bahwa sebenarnya tidak ada masalah lantaran saat ini pengisian Pamong masih dalam proses.

“Baru berproses katanya saat diklarifikasi.
Komisi A akan mengawal dan menjalankan fungsi pengawasannya agar nantinya saat proses berlangsung benar-benar tidak ada kejanggalan,”ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan
DPMKPPKB Kiswantoro berpesan agar masalah ini dapat diambil hikmahnya. Hal ini penting untuk dilakukan sebagai bahan intropeksi agar kedepan tidak terjadi sesuatu yang dikhawatirkan

“Pak Lurah kan memberikan klarifikasi ke Komisi A, kalo tidak melakukan seperti yang dituduhkan,”kata Kiswantoro.

Wartawan kupass.com mencoba untuk melakukan klarifikasi kepada Lurah Girisuko Jamin Paryanto dan Panewu Panggang Widyastuti melalui sambungan telepon. Namun demikian baik Lurah dan Panewu tidak memberikan respon. Sementara itu diwilayah Kalurahan Girisuko muncul spanduk-spanduk berisi tulisan warga masyarakat yang menolak money politik, mengawal proses sampai tuntas dan penuntutan transparansi dalam pengisian pamong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.