PAN Gunungkidul Memposisikan Sebagai Mitra Kritis Bupati Sunaryanta

  • Bagikan
IMG 20210605 WA0022
IMG 20210605 WA0022

Wonosari, (kupass.com)–Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Gunungkidul menyatakan akan menjadi mitra kritis Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul. Program dan visi misi Bupati terpilih Sunaryanta yang dianggap tak dijalankan dengan baik bakal dikritisi oleh partai berlambang matahari bersinar ini.

“Standarnya dijalankan dengan baik akan kami dukung. Kebijakan yang kurang tepat kami berikan energi pembenaran dan pembenahan,”kata Ketua DPD PAN Gunungkidul Arif Setyadi dalam acara Ugrading orientasi Pengurus, Sabtu (05/06/2021).

Arif berujar bahwa dalam pemerintahan tidak ada oposisi maupun koalisi khususnya di Daerah. Namun demikian dia mengaku tidak bisa keluar dari stigma masyarakat tentang hal itu. Apalagi dalam Pilkada tahun 2020 lalu PAN Gunungkidul tidak menjadi parpol pengusung Bupati Sunaryanta dan Wakil Bupati Heri Susanto.

“Sikap kami menjadi mitra kritis Pemda Gunungkidul. Kami (PAN) tidak beda dengan tugas dan kewajiban DPRD dari Golkar maupun PKB (Partai pengusung Sunaryanta – Heri Susanto),”imbuhnya.

Secara rinci dia menyatakan bahwa saat ini banyak yang harus dikritisi dalam masa Pemerintahan dibawah kepemimpinan purnawirawan TNI yang berlangsung selama tiga bulan belakangan. Catatan penting yang perlu dipertimbangkan Bupati menurut Arif yakni program Pariwisata Gunungkidul yang mendunia.

Baca Juga:  Gunungkidul Diguncang Gempa Berkekuatan 4,6 SR

“Banyak investor masuk ke Gunungkidul dan segitiga emas pertanian perikanan dan kelautan menjadi penopang ekonomi rakyat Gunungkidul kedepan. Ketiganya menurut kami belum menjadi dasar tolok ukur. Belum ada data – data mendasar yang disebut sebagai penguat,”terangnya.

Anggota DPRD provinsi itu mencontohkan program Pariwisata Gunungkidul mendunia itu masih perlu dilakukan evaluasi. Dia mengklaim bahwa infrastruktur pariwisata di Gunungkidul dinjlainya masih sangat minim. Hal inienjadi menjadi kendala sehingga menurutnya pariwisata di Gunungkidul mendunia merupakan target yang terlalu muluk.

“PAN menyangsikan hal tersebut apalagi di tengah pandemi Covid19 seperti sekarang ini. Terlebih data dari Pemerintah menunjukkan jika kecenderungan investasi mengalami penurunan. Jika banyak investor masuk faktanya jumlahnya berapa, sehingga harus ada angka yang pasti,”kata Arif.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *