IMG 20201130 WA0038

Beredar Hoak Seputar Deal Politik, LSM Minta Maaf

Wonosari, (kupass.com)–Menjelang pemungutan suara, beredar informasi hoax di media sosial berdasarkan statemen tokoh politik dan LSM tertentu bahwa ada pertemuan yang berisi perjanjian politik antara dua pasang kandidat Pilkada Gunungkidul dalam Pertemuan di RM Tiwi Tan Tlogo, Kamis (26/11). Informasi tersebut merugikan pihak Calon Bupati Nomor Urut satu Sutrisna Wibawa dan beserta Dr. Bani selaku penyelenggara acara, memastikan informasi tersebut hoax dan tidak berdasar.

“Tidak ada pernyataan pasangan calon mendukung pasangan calon lain. Pasangan calon nomor satu mantap, tetap maju dengan percaya diri, bisa memenangi Pemilihan Bupati Gunungkidul,” ungkap Sutrisna, Senin (30/11) siang.

Sutrisna mengaku bahwa pertemuannya dengan sejumlah tokoh dan Calon Bupati nomor urut 4 Sunaryanta murni silaturahim biasa. Tidak adanya deal politik dapat ditilik dari kronologis dan konfirmasi pihak penyelenggara maupun peserta dalam pertemuan tersebut.

Dr. Bani selaku penyelenggara acara dan pihak yang mengundang, mengisahkan bahwa pihaknya ingin ngobrol santai bersama para tokoh daerah selagi pulang kampung ke Gunungkidul. Bani yang berdomisili di Jakarta, saat itu pulang kampung bersama istri dan putra ragilnya dalam rangka nyekar ke tiga makam keluarga.

“Jadi sebelum saya berangkat ke Wonosari, yakni sejak masih di Jakarta, saya mengundang untuk ajak makan dan ngobrol bersama di Rumah Makan Bu Tiwi Tan Tlogo,” ungkap Bani.

Karena sifatnya ajakan makan dan ngobrol santai, banyak pihak diundang. Undangan yang kebetulan terlibat dalam agenda Pilkada diantaranya, Sutrisna Wibawa, Benyamin Sudarmadi, Sunaryanta, dan Immawan Wahyudi. Selain itu ada juga tokoh lainnya yang tidak terlibat dalam Pilkada seperti Prof. Sahid (Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM) Bagong Suratmono, Bambang Krisnadi (mantan anggota DPRD Propinsi DIY), Muhisam (IKG) serta Eddy Sukirman (Ketua Umum IKG) dan tokoh lainnya. Bahkan, Bupati Gunungkidul, Badingah turut diundang, meskipun akhirnya tidak bisa memenuhi undangan karena kesibukannya.

Dalam undangan, sudah ditekankan dan ditegaskan bahwa tujuannya adalah mengajak makan dan ngobrol bersama. Dilarang membicarakan masalah Pemilihan Bupati Gunungkidul dan masalah politik apapun.

“Untuk menunjukan dan membuktikan bahwa pertemuan makan dan ngobrol bersama tersebut bukan agenda politik tertentu oleh Calon Bupati tertentu, saya berusaha agar transparan dan diketahui oleh publik. Saya mengundang sejumlah priyayi yang saya sebutkan di atas. Jadi saya sudah tegas, tidak boleh membicarakan pemilihan bupati Gunungkidul dan masalah politik,” tegas Bani.

Baca Juga:  Berenang di Sungai Oya, Bocah Dibawah Umur Ditemukan Tak Bernyawa

Dalam pelaksanaan acara, beberapa pihak tidak bisa hadir. Terdapat tokoh yang tidak bisa hadir karena padatnya acara kampanye, rapat koordinasi di luar kota, maupun acara-acara lain yang tidak bisa ditinggalkan. Akhirnya hadirlah 10 tokoh Gunungkidul di RM Tiwi Tan Tlogo pada Kamis (26/11/2020), dengan Profesor Sutrisna Wibawa dan Sunaryanta sebagai Calon Bupati yang hadir.

Aktivis LSM Jerami Rino Caroko, sosok yang berkomentar perihal deal-deal politik Pasangan Calon 01 dan 04 di Gunungkidul akhirnya meminta maaf. Melalui pesan singkat yang dikirim, ia melakukan klarifikasi sekaligus meminta maaf kepada para pihak, terutama kepada Paslon 01 dan 04 yang keberatan ataupun merasa dirugikan atas komentarnya.

Ia mengisahkan awalnya ia berdiskusi dengan salah satu rekan wartawan. Rino melihat foto Cabup 01 dan 04 berpose sembari mengepalkan tangan seperti salam komando. Menurutnya, foto yang menunjukkan suasana kehangatan itu adalah pembentukan koalisi bersama 01 dan 04. Dia menilai demikian dari pose tersebut dan komentarnya di WhatsApp grup akhirnya banyak diiyakan oleh teman – temannya. Karena banyak yang sependapat, akhirnya rekannya tertarik menulisnya seperti sebuah berita.

“Kesalahan saya adalah menilai foto tersebut sebagai kesepakatan politik. Seharusnya saya konfirmasi dulu kepada Paslon 01 dan 04. Bahkan dalam pesan berantai itu tidak tertulis tanggal penulisan dan nama calon bupati baik dari Paslon 01 dan 04,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa, tidak memberikan berkomentar yang sifatnya mengkritik personal ataupun pribadi masing – masing Cabup. Namun demikian dia berkomentar seputar foto yang sehari sebelumnya sudah ramai beredar. Rino berpendapat foto tersebut adalah kesepakatan politik menjelang pemilihan.

“Saya mengakui komentar tersebut merugikan komentar Paslon 01 maupun 04. Dengan kerendahan hati, saya secara terbuka berharap Cabup 01 Bapak Prof Sutrisna Wibawa, dan Cabup 04 Bapak Sunaryanto memaafkan kesalahan saya,”kata Rino.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *