IMG 20210630 WA0051

Petugas TPR Positif Covid-19, Kawasan Wisata Girikarto Tutup

Panggang, (kupass.com)–Kawasan wisata Kalurahan Girikarto Kapanewon Panggang tutup total. Penutupan tersebut menyusul pihak Pemerintah Kalurahan Girikarto yang mengeluarkan Surat Edaran menyikapi kondisi pandemi Covid-19 yang semakin tak terkendali.

Lurah Girikarto, Kapanewon Panggang Tuyadi mengeluarkan SE tersebut atas pertimbangan dua poin penting. Yang pertama karena adanya petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) wisata terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara sebanyak 5 orang warga Girikarto dinyatakan positif Covid-19 dan 2 orang diantaranya meninggal dunia.

“Penutupan sementara kawasan wisata dan tempat penginapan di Kalurahan Girikarto terhitung 30 Juni sampai dengan 7 Juli 2021. Dengan mengacu evaluasi terhadap perkembangan situasi yang ada, dan apabila dirasa belum aman akan diperpanjang,”tulis Tuyadi dalam surat edaran tersebut.

Selama penutupan, Lurah meminta warga masyarakat untuk melakukan gerakan pembersihan dengan desinfektan atau alat kebersihan lain sesuai dengan standar kesehatan yang dikoordinasikan dengan Satgas Covid-19.

“Kegiatan masyarakat lain yang sifatnya menimbulkan kerumunan, diintruksikan agar mematuhi aturan yang sudah ditetapkan Pemerintah dan memberitahukan secara tertulis kepada Satgas Covid-19 minimal 2 minggu sebelum pelaksanaan,”terangnya.

Baca Juga:  Unik! Pohon Jati Raksasa Tumbuh di Komplek Makam, Usianya Ratusan Tahun

Sementara itu Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul Kuswarini mengapresiasi langkah Pemerintah Kalurahan Girikarto yang merespon cepat atas kasus Covid-19 yang terjadi. Anggota Dewan dari Dapil 5 itu berharap dengan kebijakan penutupan kawasan wisata dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Mohon kesadaran dan pemahaman semua pihak terkait hal ini,”kata Kuswarini.

Pengumuman Heha Ocean View

Pengumuman Heha Ocean View


Politikus Partai Nasdem juga mengapresiasi pengelola Heha Ocean View yang menutup terlebih dahulu obyek wisatanya. Walaupun seringkali dijadikan kecemburuan masalah wisata yang membludak, namun kawasan wisata yang sempat viral itu justru dapat memberikan contoh positif bagi pengelola obyek wisata lainnya.

“Ikut prihatin dengan adanya kasus Covid-19 di Girikarto khususnya Padukuhan Bolang yang saat ini banyak kasus meninggal karena positif Covid-19,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *