Logistik Minyak Goreng di Posko Bencana Langka, Dewan Nilai Instansi Terkait Lamban Penanganan

  • Bagikan
Dapur Umum Lokasi Bencana Di Gunungkidul
Dapur Umum Lokasi Bencana Di Gunungkidul

Paliyan, (kupass.com) — Posko dapur umum yang digunakan untuk menyediakan permakanan bagi relawan dan warga terdampak mengalami kendala. Selain kekurangan sayuran, posko yang didirikan selama 3 hari kedepan ini terkendala kurangnya suplai minyak untuk memasak.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Posko Tagana Gunungkidul Wagiyo. Dia menuturkan bahwa, menu makanan yang dibagikan kepada relawan dan warga terdampak adalah nasi lauk pauk telur, sayur dan juga mie goreng.

“Hanya saja, saat ini masih kekurangan sayuran untuk memasak. Dan yang mendesak adalah minyak goreng karena kebutuhannya cukup banyak. Sekali memasak menyediakan 600 porsi yang menghabiskan minyak goreng sebanyak 10 liter,”katanya, Minggu (13/03/2022).

Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin menyayangkan kelambatan pemerintah dalam penanganan bencana tersebut. Dia mencontohkan dalam kasus penanganan di Kapanewon Semanu beberapa waktu lalu mengenai penetapan status tanggap darurat yang dicabut sejak tanggal 9 Maret 2022.

“Bantuan yang dijanjikan belum cair, kok bisa seperti ini, bahkan masyarakat sudah melakukan perbaikan secara swadaya,” kata Ery Minggu (13/03/2022).

Ery mendapatkan laporan jika penanganan baru sampai pada identifikasi kerusakan. Selain itu, Pemkab juga tidak memperpanjang status tanggap darurat kebencanaan Semanu. Ery menyebut bahwa seharusnya dalam masa tanggap darurat, pemulihan pasca bencana, Pemerintah Daerah sudah harus maksimal berperan.

“Besok senin, Dinas-dinas terkait akan kami undang,”Imbuhnya.

Sementara itu Lurah Kalurahan Mulusan, Kapanewon Paliyan Supodo mengatakan, dari data yang diperolehnya hingga saat ini terdapat 170 rumah mengalami rusak berat dan ringan di 4 Padukuhan. Keempat Padukuhan tersebut yaitu Padukuhan Watu Gilang A, Mulusan, Karangmiri, dan Kenteng.

“Kerusakan terparah terjadi di dua Padukuhan yaitu Karangmiri dan Kenteng,”terang Supodo.

Selain mengakibatkan kerusakan, peristiwa tersebut juga mengakibatkan dua orang mengalami luka berat dan ringan.
Korban bernama Karmi warga Padukuhan Kenteng mengalami luka bagian kepala mengelupas sehingga harus dirawat di rumah sakit. Sedangkan korban lainnya bernama Hartono (55) warga Padukuhan Kenteng yang mengalami luka patah tangan saat membantu evakuasi reruntuhan.

“Mereka tidak mau mengungsi ke posko, mereka memilih mengungsi ke tempat tetangga yang rumahnya tidak terdampak,”imbuhnya.

Baca Juga:  Gara - gara Hujan Deras, Rumah Slamet Jebol Tertimbun Longsor
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.