Dua Pesilat Gunungkidul Jadi Korban Pengeroyokan, Ratusan Anggota PSHT Datangi Kantor Polisi

  • Bagikan
Anggota PSHT
Anggota PSHT

Yogyakarta, (kupass.com)–Ratusan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) se DIY mendatangi kantor Polsek Depok Barat, Selasa (02/10/2021). Mereka menuntut agar pelaku pengroyokan disertai pembacokan oleh oknum pesilat Ikatan Keluarga Silat Putera Indonesia (IKSPI) Kera Sakti terhadap rekannya segera ditangkap dan diadili.

Anggota PSHT yang menjadi korban pengroyokan disertai pembacokan yakni
Rico Agus Purwanto (21) dan Abudar Algifari (21), keduanya merupakan warga Kapanewon Ponjong. Satu korban lainnya adalah Anjas Yoga Pangestu (19) warga Kecamatan Eromoko, Wonogiri, Jawa Tengah.

Ketua PSHT Ranting Ponjong Cabang Gunungkidul Sigit Heri Abadi mengatakan bahwa, aksi pengeroyokan disertai pembacokan itu terjadi di salah satu kos yang terletak di wilayah Janti, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman pada Sabtu (11/08/2021). Saat itu oknum pendekar IKS berselisih paham dengan salah satu korban.

Selisih paham tersebut kemudian berujung penganiayaan oleh pelaku. Lantaran ingin menyelesaikan insiden itu kedua belah pihak melakukan pertemuan untuk mediasi.

“Saat pertemuan itu justru ketiga anggota kami dikeroyok oleh pelaku dan puluhan orang temannya. Rekan kami dianiaya terkena luka bacok dibagian kepala hingga harus dirawat ke rumah sakit. Sementara dua lainnya mengalami luka lebam dan memar,”kata Sigit,

Baca Juga:  Tabrakan Beruntun di Tikungan Widoro, Dua Wanita Patah Tulang

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Depok Barat. Namun hingga saat ini lanjut Sigit, kasus itu belum menemui titik temu, para pelaku belum ditangkap. Hal ini memicu ratusan anggota PSHT se DIY mendatangi Polsek untuk mendesak Polisi segera menangkap para pelaku.

“Kami datang dan mendesak proses hukum ini sudah yang ketiga kalinya,”terangnya.

Sementara Kuasa Hukum PSHT DIY Bambang Supriyanta mengatakan, kegiatan penyampaian aspirasi dari ratusan pendekar PSHT itu timbul dari panggilan hati masing – masing anggota.

“Karena sampai saat ini belum mendapat kepastian secara jelas perihal kasus tersebut. Pada intinya kami menginginkan pelaku segera tertangkap,”kata Bambang.

Ratusan anggota PSHT itu datang dengan membawa spanduk berupa tuntutan ungkap kasus itu secara tuntas. Bahkan jika pelaku belum dilakukan penangkapan, secara kompak mereka akan melakukan pencarian sendiri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *