Depresi Cerai Dengan Suami, Seorang Wanita Ditemukan Gantung Diri

Evakuasi Jenazah Gantung Diri
Evakuasi Jenazah Gantung Diri

Semin, (kupass.com)–Seorang perempuan bernama Suparmi (55) warga Padukuhan Kaligayam, Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin ditemukan meninggal dengan cara gantung diri di pohon jambu mete, Sabtu (03/09/2022). Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri karena depresi bercerai dengan suaminya.

Kapolsek Semin AKP Arif Hariyanto mengatakan, sebelum ditemukan, sekira pukul 05.00 WIB, saat itu Dwi Wiyanto (anak korban) bangun pagi.
Setelah bangun, dia kemudian mencari ibunya ternyata tidak ada dirumah. Lantaran curiga, Dwi mengajak tetangga sekitar untuk mencari keberadaan ibunya.

Setelah dicari ke beberapa lokasi dan disekitar rumah, ternyata tidak ada. Kemudian pada saat mencari ke beberapa tempat, Suyanto (Saksi) melihat korban sudah dalam keadaan menggantung di pohon mete.

“Korban di temukan di pekarangan rumah, dan sudah dalam keadaan meninggal dunia,”jelas Kapolsek.

Setelah ditemukan dalam keadaan meninggal kemudian Saksi dibantu warga melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Semin. Petugas yang mendapatkan laporan langsung menuju ke lokasi kejadian dan menurunkan jasad korban.
Dari hasil pemeriksaan petugas kesehatan, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban meninggal murni karena gantung diri.

“Menurut keterangan keluarga, korban mengalami sakit Depresi dan baru 2 bulan korban bercerai dengan suaminya. Saat ini jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,”tutupnya.

PERINGATAN
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa.

Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, silakan hubungi dokter kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Ada pula nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam. (Jarwanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *