YOGYAKARTA (kupass.com) – Menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dan alam semesta, Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani sukses menyelenggarakan Pengajian Ramadan PWM DIY (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta).
Seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya, magnet kajian akbar ini kembali dipusatkan di Amphitarium Kampus Utama Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Acara yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 28 Februari dan 1 Maret 2026 (bertepatan dengan 11-12 Ramadan 1447 H) ini dibanjiri oleh ratusan pimpinan persyarikatan.
Hadir secara langsung jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah DIY, Pimpinan Daerah dari 5 Kabupaten/Kota se-DIY, hingga perwakilan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Organisasi Otonom (Ortom).
Soroti Krisis Lingkungan dan Keadaban Ekologis
Pada pelaksanaannya kali ini, Pengajian Ramadan PWM DIY mengambil tema yang sangat relevan dengan tantangan zaman, yakni “Keadaban Ekologis Untuk Masa Depan Semesta”. Melalui tema ini, Muhammadiyah secara tegas mengangkat isu-isu lingkungan hidup yang kini menjadi problematika serius di tengah masyarakat.
Faktor-faktor lingkungan kini menjadi pertimbangan wajib dalam setiap denyut pembangunan. Membangun etos keadaban ekologis bukan lagi sekadar wacana, melainkan bagian dari peneguhan peran nyata umat Islam untuk menjaga kelestarian alam semesta.
Selain menggerakkan konsep gaya hidup yang ramah lingkungan, Muhammadiyah juga mendorong agar konsep ini diterapkan secara masif di lingkungan masyarakat terbawah. Persyarikatan memiliki perhatian yang sangat serius dalam menekan pemborosan penggunaan energi.
UAD Dukung Penuh Forum Berkemajuan
Tuan rumah acara, Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., dalam sambutannya menegaskan komitmen institusinya terhadap setiap gerak langkah persyarikatan.

“UAD selalu terbuka dan siap memfasilitasi berbagai kegiatan dari Muhammadiyah. Terlebih lagi, kampus ini memang dirancang sebagai wadah yang representatif untuk forum-forum diskusi yang mencerahkan dan berkemajuan seperti ini,” tegas Prof. Muchlas.
Tokoh Lingkungan Hadir Beri Solusi Nyata
Untuk membedah tuntas tema ekologis tersebut, panitia menghadirkan pembicara berkaliber nasional dan regional. Hadir membagikan wawasan dan solusi nyata adalah Hening Parlan, selaku Direktur 1000 Cahaya, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DIY, Kusno Wibowo, S.T., M.Si.
Kehadiran para pakar ini diharapkan mampu merubah paradigma jamaah, bahwa ibadah di bulan Ramadan tak hanya sebatas habluminallah (hubungan dengan Allah), tetapi juga habluminal’alam (menjaga harmoni dengan alam).
