Peringati Hari Menggambar Nasional, Hasil Seni Rupa Karya Siswa SD Dipamerkan

Kegiatan Siswa Di Hari Menggambar Nasional
Kegiatan Siswa Di Hari Menggambar Nasional

Panggang, (kupass.com)–Dalam rangka Memperingati Hari Menggambar Nasional berbagai seni lukis karya siswa siswi Sekolah Dasar dan Disabilitas di Gunungkidul dipamerkan di SDN Girisekar, Kalurahan Girisekar Kapanewon Panggang, pada Jum’at (05/05/2023). Pameran lukisan berbagai media setidaknya diikuti oleh 3 sekolah negeri yang ada di wilayah Kapanewon Panggang.

Kepala Sekolah SDN Girisekar Tri Kundari mengatakan, pameran tersebut bertujuan untuk memberikan ruang terhadap potensi dan minat bakat siswa siswi yang berada di wilayah Kapanewon Panggang. Kegiatan pameran seni rupa yang menampilkan karya berupa karya lukisan berbagai media ini diikuti oleh SDN Girisekar, SDN Temuireng 2, SDN Giriasih dan Disabilitas.

“Selain memamerkan lukisan hasil karya siswa, kegiatan ini juga memamerkan seni lain seperti geguritan, musik, dan karawitan,”katanya.

Tri Kundari menambahkan, kegiatan ini disebut bentuk apresiasi kepada karya seni sehingga diharapkan kedepannya siswa lebih bersemangat dan terus menggali bakat yang dimiliki. Pameran karya lukisan ini merupakan pertama kali yang diadakan di Gunungkidul meskipun diakui banyak kekurangan.

Baca Juga:  Vaksinasi Masal Tenaga Pendidik, Optimis Lancarkan Kegiatan Belajar Tatap Muka Ditengah Pandemi

“Kami berharap kedepannya dapat menginspirasi terhadap sekolah lain.
Kegiatan pameran ini merupakan dari ide namun dilatar belakangi ektra kurikuler disekolah kami. Kami mempunyai visi mengembangkan tekad bakat siswa,”katanya.

Sementara itu Kasi Kurikulum Bidang SD, Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Asbani mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan avent pameran seni rupa ini. Pameran hasil karya anak anak SDN disebutnya sangat luar biasa. Para guru pun dikatakannya memberikan ruang kepada anak yang mempunyai potensi untuk mengembangkan potensi yang ada.

“Dengan kurikulum merdeka semua potensi apapun itu perlu dihargai dan dikembangkan dan guru wajib mengenali potensi yang ada pada anak,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *