Peningkatan Pemahaman Siswa Tentang Perkembangan Agribisnis Tanaman Melalui Metode Mindmapping

PENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG PERKEMBANGAN AGRIBISNIS TANAMAN  MELALUI METODE MINDMAPPING DI KELAS 10 SLB MUHAMMADIYAH PONJONG TAHUN AJARAN 2020/2021

Oleh: Luluk Bambang Sulistyo
Guru SLB Muhammadiyah Ponjong
E-mail:luluk.bambang.sulistyo@gmail.com

Abstract: Improving Students’ Comprehension in Learning Perkembangan Agribisnis Tanaman  at Grade 10 SLB Muhammadiyah Ponjong in the Academic Year of 2020/2021 Through Mindmapping

The objective of the study was to improve students’ comprehension in learning Perkembangan Agribisnis Tanaman  at grade 10 SLB Muhammadiyah Ponjong through mindmapping.

The type of this study was Classroom Action Research  which was carried out through 3 cycles.  Each cycle consisted of 4 stages those  plan, action, observation and reflection. The population of this study was 26 students of grade 10 SLB Muhammadiyah Ponjong. The data were obtained by using field notes, observing the teaching learning process and interviewing the students.

From the actions conducted, it could be concluded that the implemented actions were effective in suiting the purpose of the study. It was proved by the result of the students’ score in doing the exercise.  In the last cycle , 19  students had the range score 91-100.

Keywords: Perkembangan Agribisnis Tanaman , mindmapping

Indonesia memiliki sumberdaya alam yang sangat besar dan beragam. Kemajuan teknologi, terutama teknologi pertanian, telah menawarkan berbagai keuntungan/kelebihan dalam berusahatani. Mulai dari tahap pembenihan sampai penanganan produk pascapanen untuk tanaman hortikultura (buah, sayur, hias), tanaman pangan (padi, jagung, kedele dll), tanaman perkebunan (kelapa sawit, kakao, karet dll). Kekayaan akan sumber alam tersebut akan menjamin terjadinya arus perdagangan antar wilayah. Keadaan ini akan memberikan jaminan bahwa agribisnis tanaman di Indonesia akan berkembang secara berkelanjutan.

Salah satu materi pelajaran yang sulit dipahami peserta didik adalah Perkembangan Agribisnis Tanaman . Ketika mendengar kata Perkembangan Agribisnis Tanaman, mungkin banyak orang yang berpikir tentang pembahasanberbagai jenis dan prospek komoditas pertanian, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi, pemasaran dan perencanaan usaha. Hal itu bagi anak merupakan hal komplek yang tidak mudah dipahami. Padahal, Perkembangan Agribisnis Tanaman  sebagai dasar untuk mempelajari materi selanjutnya pada mata pelajaran Dasar-dasar Budidaya tanaman.

Perkembangan Agribisnis Tanaman  ini masuk dalam kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Program Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan (SMK ATPH) Mata Pelajaran Dasar-dasar Budidaya Tanaman. Terdapat juga pada Pelajaran Keterampilan Pertanian Budidaya Tanaman Hortikultura kelas 10 Sekolah Luar Biasa (SLB), Maka dari itu, dalam penelitian ini peneliti mencoba untuk mengajarkan  Perkembangan Agribisnis Tanaman dengan metode mindmapping pada siswa kelas 10 SLB Muhammadiyah Ponjong.

Berdasarkan hasil identifikasi permasalahan di atas, maka, peneliti merumuskan  pertanyaan penelitian yaitu: Apakah model pembelajaran dengan metode  mindmapping dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang Perkembangan Agribisnis Tanaman .

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui apakah metode mindmapping dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang Perkembangan Agribisnis Tanaman .

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk: 1) Siswa, dapat termotivasi sehingga merasa senang untuk belajar tentang  Perkembangan Agribisnis Tanaman .2) Guru, khususnya dalam pembelajaran perkembangan Agribisnis Tanaman, dapat menambah keterampilan dalam memanfaatkan model pembelajaran dengan pendekatan Multiple Intelligences yaitu  mindmapping. Selain itu, untuk menambah pengalaman guru dalam penelitian. 3)Sekolah, khususnya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

Kajian Pustaka

Pengertian Perkembangan Agribisnis Tanaman

Indonesia merupakan Negara agraris yang kaya akan komoditas tanaman yang tersebar di seluruh daerah Indonesia. Beberapa hasil tanaman menjadi andalan eksport diantaranya kakao, karet, lada, buah-buahan, tanaman hias dll. Peluang pengembangan tanaman sayuran cukup besar, mengingat tingkat konsumsi sayuran di Indonesia baru mencapai 37 kg/kapita/tahun dan tingkat konsumsi buah baru mencapai 46,06 kg/kapita/tahun, sedangkan standar 11

Ada tiga kelompok besar tanaman yang dibudidayakan atau diusahakan dalam bidang pertanian yaitu: Kelompok tanaman pangan, kelompok tanaman hortikultura, kelompok tanaman perkebunan

  • Tanaman Pangan
    Tanaman pangan merupakan tanaman penghasil bahan makanan pokok. Termasuk kelompok ini adalah: serealia, umbi-umbian dan kacang-kacangan
  1. Kelompok serealia: padi, jagung, sorgum, gandum
    Tanaman yang termasuk kelompok ini adalah: padi, jagung, sorgum, gandum. Pentingnya tanaman serealia:
  2. Kelompok umbi-umbian:
    Tanaman yang termasuk kelompok ini adalah : ubi jalar, singkong, talas. Prospek Makanan sumber karbohidrat Sebagai bahan industry pangan (sirup, makanan bayi, makanan ringan dll) Sebagai bahan energi (bioetanol)
  3. Kelompok kacang-kacangan
    Tanaman yang termasuk kelompok ini adalah: kedele, kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, kacang babi, kacang bogor. Pentingnya tanaman ini: sebagai sumber makanan yang kaya protein Merupakan penyeimbang serealia
  • Kelompok Hortikultura
    Tanaman yang termasuk hortikultura adalah tanaman sayuran, tanaman buah-buahan dan tanaman hias.Fungsi utama tanaman hortikultura adalah:
  1. Fungsi penyediaan pangan, yakni terutama sekali dalam kaitannya dengan penyedia vitamin, mineral, serat dan senyawa lain untuk pemenuhan gizi
  2. Fungsi ekonomi, dimana pada umumnya komoditas hortikultura memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Menjadi sumber pendapatn bagi petani, pedagang, kalangan industry dll
  3. Fungsi kesehatan, ditunjukan oleh manfaat komoditas biofarmaka, untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit tidak
  4. Fungsi social budaya, yang ditunjukkan oleh peran komoditas hortikultura sebagai salah satu unsur keindahan atau kenyamanan lingkungan, serta perannya dalam berbagai upacara, kepariwisataan dan lain-lain.

a.   Tanaman buah-buahan

Penyebaran tanaman buah-buahan berdasarkan pembagian wilayah iklim di Indonesia

Penggolongan buah-buahan berdasarkan Tipe Pertumbuhan

  1. Berdasarkan tipe pertumbuhannya, tanaman buah-buahan dapat dikelompokkan atas :
    1. Buah-buahan pohon, misalnya mangga (Mangifera indica), Jeruk (Citrus sp), duku (Lansium lappaceum), durian (Durio zibethinus), rambutan (nephelium lappaceum), manggis (Mangostana mangosteen) dan lain-lain
    2. Buah-buhan semak, misal salak (Salaca edulis) dan nanas (Ananas comosus)
    3. Buah-buahan terna atau berbatang basah, misalnya pisang (Musa sp), dan papaya (Carica papaya)
    4. Buah-buahan berbatang merambat, seperti semangka (Citrulus vulgaris), melon (Cucumis melo), dan markisa (Passiflora foetida)

b.   Tanaman Sayuran

Penggolongan tanaman sayuran berdasarkan tempat tumbuh

Jenis           tanaman

sayuran Rendah

Tinggi
Cabe keritingKubis
TomatBrukoli
Kacang panjangTomat
KangkungKentang
Bawang merahBawang putih
PariaBayam
BayamSawi
SawiCabe papikra
Kol bungaKol bunga
Wortel
Labu siem

 

b. Managemen Produksi

 

Dalam usaha tanaman, aspek produksi perlu mendapatkan perhatian yang lebih dibanding aspek lain. Ini bukan berarti mengabaikan aspek lain, tetapi karena komoditas yang dikelola adalah tanaman, makhuk hidup yang begitu peka terhadap lingkungan.

Aspek produksi dibedakan menjadi perencanaan produksi dan pengendalian produksi

  1. Perencanaan produksi

Perencanaan produksi meliputi: perencanaan produk, perencanaan lokasi usaha, perencanaan standar produksi, dan pengadaan tenaga kerja.

  • Perencanaan produk

Termasuk dalam perencanaan produksi adalah penentuan jenis tanaman dan jumlah tanaman. Penentuan jenis tanaman harus memperhatikan factor agroklimat. Namun, jika menggunakan green house/rumah kaca, factor agroklimat dapat dibuat sedemikian rupa sehingga sesuai dengan jenis tanaman yang akan diusahakan. Dalam menentukan jenis tanaman, perlu juga diperhatikan masalah pengadaan bibitnya. Apakah tersedia dalam jumlah yang diinginkan, bagaimana kualitasnya, dan bagaimana pengadaannya. Merencanakan jumlah tanama,erlu diperhatikan, hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar tidak terjadi kelebihan produk. Jumlah tanman beracuakan pada pasar. JUmlah permintaan pasar itulah yang harus dipenuhi.  Dengan cara ini, efisiensi produksi akan tercapai dengan baik.

  • Perencanaan lokasi usaha

Secara umum perencanan lokasi usaha harus memperhatikan:

  1. Aspek teknis-ekonomis

Termasuk dalam aspek ini adalah biaya transportasi, baik dari pusat produksi ke lokasi sumner bahan baku atau dari pusat produksi ke pasar. Perlu juga dilihat ada tidaknya sarana jalan. Kelancaran transportasi sangat diperlukan karena produk tanaman, merupakan komoditi yang tidak tahan lama. Ketersediaan tenaga kerja, tingkatupah, peluang perluasan, harga tanah dan bangunan, serta sarana penunjang lain, seperti listrik dan air patut diperhatikan.

  1. Aspek iklim

Aspek iklim diperlukan untuk menentukan jenis tanaman ang akan ditanam. Aspek ini meliputi suhu udara, curah hujan dan intensitas cahaya.

  1. Aspek agronomis

Termasuk dalam aspek ini antara lain: topografi lahan, jenis dan kondisitanah, serta system drainase. iklim dan agronomis sering dijadikan satu menjadi agroklimat.

  1. Aspek lingkungan dan social budaya masyarakat sekitar

Aspek ini meliputi dukungan masyarakat di sekitar lahan, penyesuaian diri masyarakat terhadap modernisasi, pandangan masyarakat terhadap bisnis, ada tidaknya kerja sama yang saling menguntungkan, kompetisi dengan pengusaha lain, perilaku pedagang perantara, dan keadaan social ekonomi masyarakat.

  • Perencanaan standar kualitas produk

Agar produk dari usaha tani mampu bersaing di pasar, diperlukan adanya standar kualitas, terutama produk yang dieksport. Biasanya standar mutu komoditi yang akan dieksport telah ditentukan oleh eksportir.

  1. Pengendalian produksi

Pengendalian produksi terutama ditekankan pada proses produksi tanaman yang akan dibudidayakan. Proses produksi dalam bisnis tanaman menyangkut pengetahuan mengenai jenis dan sifat tanaman yang bersifat komersial, agroklimat, teknik budidaya dan penanganan pascapanen. Agroklimat yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman meliputi: curah hujan, suhu, cahaya dan kelemaban. Pengaruh unsure agroklimat secara rinci dilihat pada materi persyaratan tumbuh. Teknik budidaya yang dilakukan meliputi penyiapan benih, penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan (penyiraman, pemupukan, pengendalian hama penyakit, perlakuan khusus), pemanenan dan pasca panen.

Mind Mapping

Mindmap adalah sistem penyimpanan, penarikan data akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa, yang sebenarnya ada dalam otak kita yang menakjubkan (Tony Buzan, 2008:12). Dengan mindmap, setiap potong informasi baru yang kita masukkan ke perpustakaan kita otomatis dikaitkan ke semua informasi yang sudah ada di sana. Semakin banyak kaitan ingatan yang melekat pada setiap potong informasi dalam kepala kita, akan semakin mudah kita mengait keluar apa pun informasi yang kita butuhkan. Dengan mindmap, semakin banyak kita tahu dan belajar, akan semakin mudah belajar dan mengetahui lebih banyak.

Mindmapping merupakan penggunaan image/gambar yang digunakan untuk mewakili bahan-bahan yang akan dipelajari serta hubungan bahan tersebut dengan informasi secara keseluruhan. Penggunaan mindmap dalam pendidikan ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya:

  1. Menghemat waktu karena hanya membutuhkan kata-kata yang relevan
  2. Menambah perhatian terhadap kata kunci
  3. Meningkatkan kreativitas dan recall dengan hanya menggunakan kata-kata yang esensial
  4. Memotivasi otak karena catatan menjadi lebih enak untuk dilihat dan dibaca. Gambar tersebut berwarna, bergambar dan berdimensi
  5. Dengan mindmap kita secara tidak langsung selalu menemukan dan merealisasikan hal-hal baru dari pemikiran kita yang tidak terbatas.

(Buku Panduan Pelatihan HQ, Smart LC, 43)

 

Metode Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.  Penelitian ini dilaksanakan berangkat dari permasalahan pembelajaran di kelas, kemudian ditindak lanjuti dengan penerapan suatu tindakan pembelajaran, direfleksi, dianalisis dan dilakukan penerapan kembali pada siklus-siklus berikutnya setelah dilaksanakan revisi berdasarkan temuan saat refleksi.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan, yaitu peneliti berusaha untuk menerapkan suatu tindakan sebagai upaya perbaikan untuk mengatasi masalah yang ditemukan. Karena penelitian dilaksanakan dengan setting kelas, maka disebut penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research).

Prosedur penelitian diawali dengan pra tindakan yaitu mengadakan identifikasi masalah tentang pemahaman siswa dalam pembelajaran Perkembangan Agribisnis Tanaman  kemudian baru dilaksanakan tindakan yang terdiri dari 3 siklus. Setiap siklus tindakannya ada empat tahapan yaitu (1) persiapan/perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan evaluasi, dan (4) analisis dan refleksi.

Hasil Penelitian

Peneliti sekaligus sebagai guru merasa bahwa anak-anak sangat kesulitan ketika belajar tentang materi Perkembangan Agribisnis Tanaman . Berangkat dari masalah tersebut guru dalam hal ini merangkap sebagai peneliti mencoba mencari jalan keluar dengan menggunakan metode dan mindmapping untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang Perkembangan Agribisnis Tanaman  dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas.

Metode mindmapping, alasan yang mendasarinya adalah bahwa anak-anak sangat suka menggambar. Imajinasi anak pada umur tersebut sangat tinggi. Anak-anak sangat suka merepresentasikan suatu gagasan dalam bentuk gambar. Maka dari itu, guru mencoba memperkenalkan sistem mindmapping ini yang mana prinsip dasarnya adalah representasi gagasan/pengetahuan dalam sebuah gambar.

Deskripsi penelitian tindakan kelas yaitu: langkah awal diterapkan pra tindakan berupa identifikasi kesulitan siswa dalam pembelajaran. Setelah itu dilaksanakan tindakan yang terdiri dari 3 siklus. Tiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Setiap pertemuan memerlukan waktu 2×35 menit. Masing-masing siklus meliputi (a) persiapan tindakan, (b) pelaksanaan tindakan, (c) observasi dan evaluasi, dan (d) analisis dan refleksi. Pada tahap persiapan tindakan, secara umum perlengkapan yang dipersiapkan pada dasarnya hampir sama, diantaranya RPP, media, lembar pengamatan dan lembar kerja siswa. Berikut akan disajikan tabel yang memberi gambaran pelaksanakan dan evaluasi dari tiap siklus. Data dari tiap siklus akan dijadikan data untuk perbaikan pada siklus berikutnya.

Tabel 1. Kegiatan pada siklus 1

Pelaksanaan TindakanObservasi dan Evaluasi
a.    Siswa mendengarkan cerita tentang Perkembangan Agribisnis Tanaman . Setiap  diceritakan kepada siswa. Guru menggunakan media pembelajaran berupa Perkembangan Agribisnis Tanaman .

b.    Siswa diajak untuk mengetahui pentingnya untuk tetap mempelajari tentang Perkembangan Agribisnis Tanaman  sebagai budaya asli Indonesia.

 

Ketika mendengarkan cerita Perkembangan Agribisnis Tanaman  siswa sangat antusias. Apalagi ketika guru menggunakan Perkembangan Agribisnis Tanaman  kulit sebagai media pembelajaran, banyak anak yang ingin mencoba memegang, melihat lebih dekat Perkembangan Agribisnis Tanaman  tersebut. Namun ada juga beberapa anak yang asyik sendiri setelah berselang beberapa waktu. Ketika guru sedang bercerita, banyak anak yang mengacungkan jari untuk bertanya atau sekedar memberikan pendapat mereka tentang pengalaman terkait dengan Perkembangan Agribisnis Tanaman . Guru cukup kewalahan menghadapi karena hampir setiap anak ingin berbicara mengungkapkan segala yang mereka pikirkan pada saat itu

 

Tabel 2. Kegiatan pada siklus 2

Pelaksanaan TindakanObservasi dan Evaluasi
a.    Siswa kembali mendengarkan ulasan cerita tentang Perkembangan Agribisnis Tanaman

b.    Guru memberikan kesempatan kepada beberapa siswa untuk bercerita dengan media Perkembangan Agribisnis Tanaman  secara langsung di depan kelas

c.    Guru memberikan kesempatan beberapa siswa untuk bertanya/berpendapat.

d.    Setelah itu, guru memberikan tiap siswa gambar Perkembangan Agribisnis Tanaman. Anak-anak bertugas untuk mewarnai gambar tersebut sesuai dengan versi mereka sendiri.

e.    Gambar yang sudah selesai diwarnai akan dijadikan bahan siswa untuk membuat catatan dengan metode mindmapping.

f.     Tahap berikutnya, siswa diberikan lembar kerja untuk dikerjakan sebagai evaluasi pemahaman mereka tentang Perkembangan Agribisnis Tanaman .

 

a.    Pada observasi dan evaluasi di siklus II ini pembelajaran lebih kondusif.  Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk tampil dan mengekspresikan apa yang mereka ketahui tentang  Perkembangan Agribisnis Tanaman . Siswa yang belum hafal lagu terlihat semakin hafal karena dilakukan pengulangan di sela-sela pembelajaran.

b.    Siswa sangat antusias ketika diberikan gambar Perkembangan Agribisnis Tanaman  untuk diwarnai sendiri. Mereka berkreasi dengan imajinasi mereka sendiri tentang  Perkembangan Agribisnis Tanaman. Tak jarang dari mereka yang ingin membawa gambar tersebut untuk dibawa pulang ke rumah. Anak-anak tampak menikmati pembelajaran tersebut.

c.    Pada saat membuat catatan dengan mindmaping, memang pada awalnya beberapa anak agak kesulitan. Tapi dengan memberikan contoh beberapa kali anak-anak akhirnya bisa membuat catatan mereka sendiri. Lembar kerja yang diberikan juga representatif karena anak-anak tinggal mengisi lembar yang sudah tersedia. Berikut hasil pekerjaan siswa dengan lembar kerja.

 

 

Tabel 3. Kegiatan pada siklus 3

Pelaksanaan TindakanObservasi dan Evaluasi
a.       Guru mempersiapkan lembar besar untuk membuat mindmapping Perkembangan Agribisnis Tanaman  bersama siswa

b.      Siswa membuat mindmapping bersama dengan panduan guru

c.       Setelah itu, semua siswa membaca mindmapping yang sudah mereka buat

d.      Siswa diberi lembar khusus untuk membuat mindmapping secara individu

e.       Jika semua sudah selesai, secara berkelompok 4 anak bergantian menceritakan Perkembangan Agribisnis Tanaman  yang telah mereka buat dengan mindmapping

 

a. Pada siklus III ini, anak-anak lebih tertantang karena mereka membuat mindmapping sendiri yang akhirnya mereka ceritakan di depan kelas. Beberapa anak secara bergantian menceritakan tentang  Perkembangan Agribisnis Tanaman  dengan media Perkembangan Agribisnis Tanaman  asli.

b. Guru juga memberikan evaluasi berupa lembar kerja yang harus anak-anak kerjakan. Berikut ini adalah hasil dari latihan siswa yang sudah dikerjakan pada lembar kerja.

 

 

Pembahasan

Berikut adalah tabel hasil latihan siswa untuk siklus II dan III.

Tabel 4.Daftar distribusi hasil latihan siswa

NoRange SkorFrekuensiPersentase %
Siklus IISiklus IIISiklus IISiklus III
1.91-10071927 %73 %
2.81-904615 %23 %
3.71-80935 %
4.61-70623
5.51-6014 %
6.41-50
Jumlah2626100 %100 %

 

Tabel di atas menunjukkan sebaran skor pada siklus II dan III dari pelaksanaan penelitian. Dalam siklus ketiga, range skor 91-100 diperoleh oleh paling banyak siswa. Pada siklus sebelumnya hanya diperoleh oleh 7 siswa, dan pada siklus ketiga ini naik menjadi 19 siswa. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan terbukti efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa.

Di akhir siklus, guru menanyakan kepada siswa tentang pembelajaran yang telah mereka lakukan. Secara klasikal, guru menanyakan kepada seluruh siswa dan mereka menyambut positif dan merasa senang dengan pembelajaran tersebut. Selain itu, guru juga mengambil beberapa anak sebagai sample untuk kemudian ditanyakan tentang pembelajaran yang sudah berlangsung. Guru juga memberikan beberapa pertanyaan yang terkait dengan pemahaman siswa tentang  Perkembangan Agribisnis Tanaman . Secara umum, anak-anak memahami apa yang telah mereka pelajari.Dengan demikian pelaksanaan pembelajaran sampai dengan siklus III mengalami keberhasilan.

Dari penelitian yang telah dilakukan maka hendaknya pembelajaran dan penjelasan yang dilakukan ketika berhadapan dengan anak-anak berkebutuhan khusus haruslah menggunakan metode yang tepat. Menurut Piaget, anak-anak menangkap sesuatu melalui benda konkret (concrete operational stage). Ketika kita mengajarkan dengan penjelasan tanpa menghadirkan benda atau replika dari apa yang sedang kita jelaskan maka anak akan sangat sulit sekali untuk mencernanya. Anak bermain dengan sesuatu yang konkret.

Selain itu, Bruner juga menegaskan bahwa pada usia tersebut kecerdasan seorang anak mengalami perubahan. Perkembangan tersebut dapat dipicu dengan penggunaan simbol-simbol konkret dalam pembelajaran. Maka bisa disimpulkan bahwa pemilihan mindmapping dalam pembelajaran sangat tepat karena pada waktu tersebut otak mereka bermain dan belajar dengan sesuatu yang konkret.

Maka dari itu, guru harus pandai-pandai memilih model pembelajaran yang sesuai dengan anak-anak pada umur tertentu ketika menjelaskan sesuatu. Mindmapping dan  hanyalah beberapa cara yang dapat digunakan untuk mempercepat pembelajaran siswa.

Kesimpulan

Dari 3 siklus yang telah dilaksanakan, maka membuktikan bahwa hasil penelitian dalam siklus terakhir, range skor 91-100 diperoleh oleh paling banyak siswa. Pada siklus sebelumnya hanya diperoleh oleh 7 siswa, dan pada siklus ketiga ini naik menjadi 19 siswa. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan terbukti efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa.

Saran

Mengingat metode mindmapping terbukti dapat meningkatkan pemahaman siswa, maka guru/pendidik hendaknya menggunakan meteode tersebut sebagai salah satu cara penyampaian pembelajaran kepada siswa.

Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Buzan, Tony. 2008. Buku Pintar Mind Map. Jakarta: Gramedia.
Campbell, Linda dkk. 2006. Metode Praktis Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences.  Depok: Intuisi Press.
Dimas, Muhammad Rasyid. 2002. 25 Kiat Mempengaruhi Jiwa dan Akal Anak. Jakarta: Rabbani Press.
Handayani, Nizar Alam dkk. 2008. Classroom Action Research. Rahayasa Training and Consulting.
Hernowo. 2008. Menjadi Guru yang Mau dan Mampu Mengajar Secara Menyenangkan. Bandung: MLC.
Kamajaya. 1985. Tiga Suri Teladan. Yogyakarta: U.P. Indonesia.
Madya, Suwarsih. 2004. Developing A Lesson Based on the Contextual Communicative Model of EFL Teaching-Learning. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Purwadi. 2007. Mengenal Gambar  Perkembangan Agribisnis Tanaman  Purwa. Cendrawasih: Sukoharjo.
Rakhmat, Jalaluddin. 2006. Belajar Cerdas. Bandung: MLC.
Sucipta, Mahendra. 2010. Ensiklopedia – Perkembangan Agribisnis Tanaman  dan Silsilahnya. Yogyakarta: Narasi.
Smart Learning Center. Buku Panduan Pelatihan Al Qur’an. Yogyakarta: Smart LC.
Stolberg, Judith Rothschild. Menciptakan Bahan Ajar yang Berpusat pada Anak. 2000. Washington: Children’s Resources International, Inc.
Sumanto. 2010. Ayo Wanuh Perkembangan Agribisnis Tanaman . Yogyakarta: Pepadi Komda Kota Yogyakarta.
Wardhani dkk. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.
Zuriah, Nurul. 2003. Penelitian Tindakan dalam Bidang Pendidikan Sosial. Malang: Bayumedia Publishing.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *