Implementasi Kurikulum Merdeka, SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Gelar Budaya Nyawiji Makarti

Playen, (kupass.com)–Bupati Gunungkidul Sunaryanta menghadiri Gelar Budaya yang digelar oleh SMP Muhammadiyah Al Mujahidin. Kegiatan yang digelar di Auditorium Taman Budaya (TBG) ini mengambil tema Nyawiji Makarti.

“Talenta dari siswa-siswi SMP Al Mujahidin ini sudah tidak diragukan lagi,” kata Sunaryanta dalam sambutanya, Sabtu (4/5/2024).

Sunaryanta mengajak seluruh yang hadir menerapkan tiga hal, diantaranya pendidikan, kesehatan dan spiritual. Jika itu diterapkan para siswa akan mudah memperoleh prestasi yang diinginkan.

“Saya ingatkan jangan sampai salah mendidik, atau salah memberikan pendidikan,”katanya.

Sunaryanta mengingatkan tingginya pengaruh media sosial dan lingkungan yang dapat merusak generasi muda. Sehinga para orang tua untuk selalu memberikan penekanan penggunaan medsos dengan bijak.

“Media sosial 50% berisi tentang konten hoak, ujaran kebencian sehingga sangat perlu hati-hati,”tegas Sunaryanta.

Bupati bakal memberikan ruang untuk SMP Al Mujahidin untuk berekspresi. Banyak talenta muda berbakat yang siap diikut sertakan dalam berbagai event yang digelar pemerintah daerah.

“Nanti saat pemda menggelar kegiatan, saya berharap bapak kepala sekolah bersiap menampilkan performa terbaik,”katanya.

Kepala Sekolah SMP Al Mujahidin, Agus Suroyo mengatakn, gelar budaya merupakan implementasi kurikulum merdeka. Kegiatan menampilkan pentas budaya nusantara projek penguatan profil pelajar pancasila.

“Kita tanamkan gotong royong menanamkan gotong royong Berkebinekaan global sebagai bentuk mengapreasi budaya daerah lain,” paparnya.

Agus juga menekankan, gelar budaya dapat menumbuhkan kreatifitas siswa. Kegiatan tersebut sepenuhnya dikerjakan oleh siswa mulai dari konsep acara hingga mencari sponsor pendanaan. Diharapkan GenZ ikut melestarikan kebudayaan bangsa agar tidak punah.

“Perkembangan teknologi semakin pesat, dampak bagi generasi muda semakin besar ini sehingga perlu penekanan agar mereka tidak terpengaruh budaya asing,” katanya.

Sementara Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sadmonodadi mengatakan, ruang berekspresi penting diberikan kepada siswa. Memberikan ruang sama halnya memberikan kecerdasam sosial bagi generasi muda.

“Semakin banyak diberikan ruang semakin dekat kesuksesan yang akan diraih. Semoga kegiatan ini menginspirasi masyarakat luas,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *