Guru Honorer Asal Bantul Ini Rela Mengabdi Selama Puluhan Tahun di Gunungkidul

  • Bagikan
Anjar Suistanti (rambut Pendek)
Anjar Suistanti (rambut Pendek)

Wonosari,(kupass.com)–Anjar Suistanti (57)Guru Tidak Tetap (GTT) itu rela mengabdikan dirinya selama puluhan tahun. Nasibnya kurang beruntung dibandingkan dengan teman seangkatannya yang sudah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Selama 31 tahun guru asal Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul rela mengajar di Sekolah Swasta SMP Bina Muda Panggang dengan honor Rp 200.000 per bulan.

Kepada wartawan kupass.com Anjar bercerita bahwa telah menjadi GTT sejak tahun 1988.
Bahkan karena kekurangan jam mengajar memaksa dirinya juga mengajar di SMP N 3 Panggang yang jaraknya 8 kilometer dari sekolah SMP Bina Muda.

31 tahun lebih dirinya harus melakukan perjalanan Bantul – Gunungkidul dengan membonceng sepeda motor salah satu temannya. Tentu saja dengan honor tersebut menurutnya tidaklah cukup untuk biaya transportasi.

“Dulu ada Bus angkutan Jogja – Panggang, namun kini tidak ada dan sekarang ikut bareng teman saya yang kebetulan satu sekolahan,”katanya saat resepsi Hari Guru di Gedung PGRI Gunungkidul Padukuhan Gadungsari, Kalurahan Wonosari pada Kamis (25/11/2021).

Meskipun dibayar Rp 200 ribu, dia tidak mengeluh lantaran didasari mengabdi dengan rasa ikhlas. Beruntung selain mendapatkan honor dari sekolah, Anjar juga mendapatkan tambahan tunjangan sertifikasi dari pusat setiap triwulan (tiga bulan).

Baca Juga:  Pernah Dapat Nilai 100 Dan Sekarang Jadi PNS, Anak Petani Ini Bangga Pernah Belajar di Sekolah Ini

Menurut Anjar sudah dua kali dirinya mengikuti CPNS yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat, namun keberuntungan masih belum berpihak kepadanya.

“Sudah dua kali saya ikut CPNS namun gagal. Dan nanti saya akan mengikuti tes PPPK mudah mudahan bisa lolos,”imbuhnya.

Anjar berharap ada perhatian dari Dinas Pendidikan agar kami baik GTT maupun PTT agar bisa lebih sejahtera. Khususnya yang telah lama mengabdi sampai belasan hingga puluhan tahun.

Sementara itu Sekertaris Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Gunungkidul Asbani mengatakan, Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga akan melakukan pengecekan terlebih dahulu di dalam Dapodik.
Jika sudah masuk, nantinya bakal disarankan untuk mengikuti Tes PPPK tahap ke 2 sesuai Formasi yang dibutuhkan. Sebagai bentuk kepedulian PGRI memberikan hadiah kepada 5 GTT yang paling terlama di Gunungkidul. Pemberian ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional

“Kami akan berusaha dan jika memang sudah masuk dalam Dapodik dan memenuhi syarat, silahkan mendaftarkan PPPK tahap kedua. Rencananya akan dibuka pada bulan Desember. Ada penghargaan kepada para GTT sebagai bentuk kepedulian saja dan juga sebagai ucapan terimakasih karena sudah rela mengajar selama puluhan tahun,”tandasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *