IMG 20210519 WA0043

Dimintai Foto Untuk Dibayangkan Oleh Oknum Guru SMA N 2 Wonosari, Ketua DPRD Gunungkidul Naik Pitam

Wonosari, (kupass.com)–Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih naik pitam setelah dimintai foto oleh salah satu oknum Guru SMA Negeri 2 Wonosari berinisial Tm. Sang guru itu meminta foto dengan tujuan untuk diingat – ingat dan dibayangkan (fantasi).

Sontak aksi yang tak pantas yang dilakukan oleh sang oknum Guru ini membuat Endah meradang. Tm diketahui merupakan Wali Kelas dimana anak Endah menimba ilmu SMA Negeri favorit di Gunungkidul ini.

Kepada Wartawan Endah membeberkan peristiwa yang disebutnya melecehkan itu bermula saat dia berkomunikasi lewat pesan Aplikasi Whatsapp. Sebagai wali murid, Endah berkomunikasi dengan konteks pembelajaran yang dilakukan anaknya secara virtual lantaran masih kondisi pandemi Covid-19. Namun ketika dia menanyakan tentang tugas yang diberikan oleh Tm kepada anaknya, oknum guru itu justru meminta foto untuk dikirimkan kepadanya.

Isi pesan singkat Tm dan Ketua DPRD

Isi pesan singkat Tm dan Ketua DPRD

8
“Bolehkah saya minta foto wajah ibu, kalau berkenan biar saya bisa bayangke wajah ,”ujar Endah menirukan pesan singkat Whatsapp yang dikirim oleh Tm, Rabu (19/05/2021).

Pesan permintaan untuk mengirim foto tersebut menurut Endah dinilai sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang guru yang merupakan tenaga pendidik. Dia berujar bila hal ini dibiarkan akan merusak citra pendidikan dan nama baik guru khusunya di Kabupaten Gunungkidul.

Baca Juga:  Terpaksa Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka, Siswa SD Gunung Gambar Kesulitan Sinyal Internet

“Saya mempertanyakan untuk apa foto saya. Dan saya juga heran apakah dia (Tm) salah obat? Dia justru menjawab dan meminta saya untuk mampir ke rumahnya di Prambanan,”imbuhnya.

Dinilai cara komunikasi oknum guru tersebut melecehkan, Endah kemudian mengirimkan surat pengaduan resmi kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi DIY pada Rabu (19/05/2021).

“Adapun oknum guru tersebut mengabaikan kewajibannya yakni tidak memberikan layanan yang baik kepada siswa sehingga menimbulkan complain. Ketika saya (wali murid) melakukan complain yang disampaikan wali kelas justru tidak mendapatkan respon positif, justru mendapatkan kata – kata yang tidak pantas disampaikan oleh seorang guru,”imbuhnya.

Ketua DPC PDIP Gunungkidul ini menegaskan, sebagai upaya mencegah tindakan tak terpuji tersebut dia menghimbau kepada seluruh wali murid untuk segera memonitor komunikasi anak-anaknya dengan oknum guru tersebut. Hal ini dilakukan untuk menekan risiko terjadinya tindakan asusila di institusi pendidikan.

“Mengingat banyak sekali pelecehan seksual di sekolah. Kejadian seperti ini berisiko berujung petaka. Saya juga dapat informasi bahwa ada rekan guru disekolahnya yang dilecehkan oleh Tm,”tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *