IMG 20210716 141445

Tak Didukung Pemkal, Relawan Dan Bamuskal Pengkol Kompak Mundur

Nglipar, (kupass.com)–Sejumlah relawan Covid-19 dan seluruh anggota Bamuskal (Badan Musyawarah Kalurahan) Pengkol, Kapanewon Nglipar kompak mengundurkan diri, Jumat (16/07/2021). Mereka mundur lantaran tak mendapatkan dukungan dari Pemkal saat pandemi khususnya dalam menjalankan tugas kemanusiaan memakamkan jenazah Covid-19.

Hal ini disampaikan oleh koordinator Relawan Covid-19 Kalurahan Pengkol, Andri Susilo. Para relawan telah bekerja secara mandiri sejak pandemi Covid-19 nerlangsung selama dua tahun belakangan ini. Namun demikian, yang disayangkannya selama ini tidak ada dukungan maupun koordinasi dari satuan tugas penanganan Covid-19 Kalurahan Pengkol.

“Selama ini perhatian Pemkal sama sekali tidak ada,”kata Andri ditemui saat dia menggeruduk kantor Balai Kalurahan Pengkol bersama sejumlah relawan dan warga lain.

Andri berujar bahwa, kegiatan untuk operasional seperti pembelian Alat Pelindung Diri (APD), konsumsi dan perlengkapan lainnya para relawan harus patungan menggunakan uang pribadinya. Namun demikian, belakangan ini para relawan mengetahui bahwa di Kalurahan ternyata ada anggaran yang dipergunakan untuk kegiatan penanganan Covid-19 sebanyak 8 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Kalurahan (APBKal).

“Anggaran ini tidak pernah dirasakan untuk mendukung pemakaman jenazah Covid-19. Dana tersebut ke mana larinya? Bahkan ketika kami memakamkan jenazah para Pamong tidak ada. Bahkan ada Pamong justru ada yang memberikan saran keluarha jenazah yang harusnya memberikan dana kepada relawan,”imbuhnya.

Baca Juga:  Seorang Nenek Warga Kalurahan Katongan Dilaporkan Hilang, Diduga Hanyut Di Sungai Oya

Dalam kesempatan yangbsama Ketua Bamuskal Pengkol, Suratno mengaku sangat malu dengan apa yang terjadi di Pemkal Pengkol. Pihak Bamuskal sebenarnya sudah memberikan peringatan dan dorongan kepada Lurah untuk mempedulikan penanganan Covid-19, namun demikian himbauan tersebut tidak digubris sama sekali.

“Terus terang kami sangat malu lantaran tak dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi pengawasan dengan baik. Untuk itu kami mengundurkan diri,”kata Suranto diikuti seluruh Bamuskal lain secara kompak.

Ketika dimintai tanggapan, Lurah Pengkol Kapanewon Nglipar Margiyanto mengaku sudah memberikan anggaran penanganan Covid-19. Jumlah anggaran yang diberikan pun disebut Lurah masih ditambah sebanyak 3 persen sehingga menjadi 11 persen.

“Kami mulanya menganggarkan sejumlah Rp 86 juta untuk PPKM Mikro ini. Ditambah sejumlah Rp 26 juta karena ada Pilihan Lurah pada bulan Oktober mendatang,”katanya.

Margiyanto berujar bahwa dana sejumlah Rp 86 juta tersebut sudah dialokasikan untuk pembelian paket sembako kepada para pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Selain itu, anggaran tersebut juga dipergunakan untuk membeli alat dan kelengkapan prokes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *