Sulit Mendapatkan Akses Air Saat Kemarau, Dua Kalurahan Minta Bantuan Droping Air

Wonosari, (kupass.com)–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul menerima laporan adanya dua wilayah Kelurahan yang mengalami kesulitan akses air bersih saat musim kemarau. BPBD kemudian melakukan tindak lanjut dengan melaksanakan droping air bersih.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono. Pihaknya mendapatkan laporan mengenai kalurahan yang terdampak kekeringan diawal kemarau tahun ini. Dua kalurahan tersebut yakni Giripanggung, Kapanewon Tepus dan Girisuko, Kapaneeon Panggang.

Ilutrasi Antri Air Bersih karena Kekurangan Air di Gunungkidul
Ilutrasi Antri Air Bersih karena Kekurangan Air di Gunungkidul

“Kami kemudian melakukan droping air sebanyak empat tangki air bersih. Air bersih tersebut dikirim ke Padukuhan Gapukan RT 03, Kalurahan Giripanggung. Di wilayah ini ada sekitar 17 KK yang kesulitan mendapatkan air bersih,”terang Purwono.

Sementara itu untuk Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang saat ini BPBD masih melakukan verifikasi mengenai dampak keketingan di wilayah tersebut. Nantinya setelah dilakukan verifikasi maka BPBD bakal melakukan tindak lanjut pengiriman.

“Saat ini memang masih sedikit yang mulai melakukan permintaan droping, karena dimungkinkan warga masih memiliki persediaan air,”imbuhnya.

Lanjut Purwono pada tahun 2024 saat ini BPBD telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 300 juta untuk penanggulangan kekeringan. Dana tersebut bakal diwujudkan sebanyak 1000 tangki ke wilayah terdampak kekeringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *