Sinyal Lemot, Dewan Kritisi Kinerja Dinas Komunikasi Terkait Program Smart City

Foto Istimewa
Foto Istimewa

Wonosari, (kupass.com)–
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul mengkritisi kinerja Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gunungkidul terkait program Smart City yang beberapa waktu lalu digaungan di instansi Pemerintah khususnya Kalurahan. DPRD menilai masalah sinyal internet mengalami kendala.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih. Wakil Rakyat sendiri menemukan permasalahan sinyal di sejumlah titik yang lambat dan tidak dapat digunakan. Permasalahan ini didapat usai DPRD melakukan pengecekan di lapangan.

Beberapa titik masalah sinyal internet ini terjadi di Kalurahan Siraman dan Baleharjo Kapanewon Wonosari. Selain itu susahnya sinyal internet juga ditemukan di Kalurahan Kenteng, Kapanewon Ponjong.

“Sinyal internet di 3 lokasi lambat dan tidak bisa digunakan untuk beraktivitas. Kalurahan terpaksa menggunakan provider lain,”terang Politisi PDIP itu, Jumat (28/10/2020).

Menurut Endah, program internet gratis yang digaungkan oleh Dinas Komunikasi Kabupaten Gunungkidul gagal. Kegagalan itu lantaran kemampuan sinyal internet tidak sesuai dengan proyeksi awal. Pemerintah Kapanewon sendiri disebutnya telah menyewa fasilitas internet dengan bandwidth 100 megabyte per second (mbps). Namun faktanya kemampuan maksimal hanya berada di 50 mbps.

“Kami berharap Dinas melakukan evaluasi terhadap masalah tersebut. Apalagi anggaran yang digunakan untuk menyewa bandwidth terbilang mencapai Rp 9 miliar. Rekomendasi kami agar program Smart City ini dievaluasi,”terangnya.

Terpisah Kepala Bidang Layanan Informatika, Diskominfo Gunungkidul Handoko mengakui bahwa terjadi kendala pada sinyal internet lantaran terdapat faktor yang membuatnya lemot. Faktor cuaca dan kemampuan perangkat menurut Handoko yang mempengaruhi hal ini.

“Selain itu juga kondisi geografis. Selain itu koordinasi antara Pemerintah Provinsi dan Kalurahan harus diperlukan untuk perbaikan kedepan,”tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *