Ribuan Vaksin Tertahan di Gudang Dinkes Bakal Segera Kedaluarsa, Uang Negara Berpotensi Terbuang Sia – sia

  • Bagikan
IMG 20210622 171222
IMG 20210622 171222

Wonosari, (kupass.com)–Ribuan vaksin Covid-19 tertahan di gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. Vaksin tersebut bakal segera kedaluwarsa jika tidak digunakan dan uang negara akan terbuang sia – sia.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama Forkopimda Gunungkidul di rumah Dinas Bupati, Selasa (22/06/2021).

“Vaksin itu tidak disiapkan, ternyata pak Dandim dalam sidaknya menemukan total ada 37 ribu vaksin di dalam gudang. Itu 3.150 hampir kadaluarsa, yang 19 ribu sekian itu habisnya Oktober,”kata Endah.

Menurut Endah, hal ini tidak sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan ketika diklarifikasi saat rapat di ruang paripurna bersama DPRD Gunungkidul beberapa waktu lalu. Endah geram lantaran adanya peristiwa tersebut dapat berpotensi membuang uang negara yang jumlahnya tidak sedikit.

Baca Juga:  Satgas Covid-19 Kapanewon Gedangsari Bubarkan Dua Acara Hajatan Warga Saat PPKM Level 3

“Kalau ada vaksin harusnya diberikan kepada warga, tapi tertahan di gudang Dinkes,”bebernya.

Sebagai Ketua DPRD, Endah sudah memberikan rekomendasi kepada Bupati Gunungkidul untuk segera mengklarifikasi pihak Dinas Kesehatan.

“Apa maksudnya dengan penumpukan vaksin di gudang? sedangkan kasus Covid-19 semakin bertambah. Padahal semakin banyak yang divaksin maka kita bisa menekan penyebaran virus,”ucapnya.

Ketika ditanya hal ini murni kelalaian petugas atau tidak, Endah belum dapat memastikan lebih lanjut. Namun demikian dia berujar bahwa tingkat vaksinasi di Gunungkidul terendah dibandingkan wilayah lain di DIY.

“Sleman Bantul itu sudah 190 ribu lebih sesuai laporan Dinas, Gujungkidul masih rendah. Kalau tidak digunakan maka uang negara akan terbuang sia – sia, “tandasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *