Pembangunan Ruang Bersalin RSUD Wonosari Menuai Polemik, Warga Keberatan Jalan Kampung Dilalui Alat Berat

  • Bagikan
IMG 20210714 104818
IMG 20210714 104818

Wonosari,(kupass.com)–Warga Padukuhan Jeruksari, Kalurahan Wonosari, Kapanewon Wonosari menyampaikan keberatan atas rencana pembangunan ruang bersalin RSUD Wonosari yang bakal dilaksanakan dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan oleh sejumlah tokoh saat menghadiri rapat persiapan kontrak pelaksanaan di ruang Yudhistira, Rabu (14/07/2021).

Salah satu poin utama yang menjadikan keberatan adalah alat berat yang bakal digunakan rekanan melalui jalan perkampungan. Warga menilai jalan kampung yang sempit itu diperkirakan akan mengalami kerusakan lantaran hanya memiliki ketebalan 3 cm.

“Kami keberatan kalau jalan buat truck muatan proyek, itu adalah aspal swadya,”kata tokoh warga Yatno.

Selain itu, mewakili aspirasi warga masyarakat Yatno berpendapat bahwa ambulance pembawa jenazah Covid-19 membuat warga masyarakat sedikit merasa resah. Pihak warga minta terdapat jalur khusus yang nantinya dilewati ambulance.

Lurah Wonosari, Kapanewon Wonosari Tumija mengakui bahwa selama ini pihak RSUD kurang berkomunikasi dengan warga setempat. Pihaknya berharap permasalahan ini tidak semakin melebar.

Baca Juga:  Babak Baru Kasus Korupsi Pembangunan Balai Kalurahan Baleharjo, Kejaksaan Tetapkan Tersangka Baru

“Harapan kami ada jalur khusus. Khususnya ambulance dimana saat ini musim Covid-19 tentunya warga merasa ketakutan,”katanya.

Dikesempatan yang sama Direktur Utama RSUD Wonosari dr Heru Sulistyawati mengaku bakal berembug menanggapi beberapa poin keluhan dari warga. Heru mengakui bahwa memang saat ini terjadi mis komunikasi dengan tokoh warga seperti Dukuh.

“Ambulance jenazah dirasa keberatan jika lewat depan rumah mereka (warga) nanti kita lewatkan jenazah dibawa kedepan,”kata Heru.

Menanggapi keberatan warga tentang jalan perkampungan yang dilalui alat berat, Heru masih akan menjalin komunikasi intens dengan warga. Pihaknya tidak mungkin melakukan penundaan lantaran waktu kontrak pengerjaan maksimal hingga tanggal 14 Desember 2021.

“Ruang bersalin saat ini kecil, pembangunannya saja jaman belanda. Padahal disini adalah rumah sakit rujukan, pembangunannya tidak mungkin distop,”terangnya.

Pembangunan ruang bersalin ini menurut Heru memakan anggaran sebanyak 9 milyar dengan sumber Dana Alokasi Khusus. Ruang bersalin itu berwujud bangunan dua lantai.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *