Para Pekerja di Gunungkidul Bakal Dapat Bantuan Subsidi Upah Senilai Jutaan Rupiah

  • Bagikan
Images
Images

Wonosari, (kupass.com)–Pekerja di Kabupaten Gunungkidul bakal menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2021. Pekerja yang bekerja di sektor non pendidikan dan kesehatan itu menerima BSU berada di wilayah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan 4.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Gunungkidul Dhian Novita. Dia menjelaskan bahwa BSU tersebut saat ini sudah dicairkan oleh pemerintah pusat. BSU ini diberikan dengan nominal sejumlah Rp 1.000.000.

“Penyalurannya dengan sistem transfer. Pekerja bisa cek melalui aplikasi BPJSTKU atau lewat situs resmi bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id/. Pekerja perlu memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap, serta tanggal lahir sesuai kartu identitas,”ujarnya, Minggu (15/08/2021).

Menurut Dhian, jumlah pekerja yang mendapat BSU tersebut telah diatur oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker). Sementara itu BPJS Ketenagakerjaan hanya menyiapkan data lengkap para tenaga kerja di Kabupaten Gunungkidul.

“Sata pekerja diolah oleh Kemenker kemudian disusun jadwal penyaluran BSU secara berurutan yang dilakukan secara berkelompok (batch). Sehingga hanya tenaga kerja yang bisa mengecek status mereka masing-masing,”imbuhnya.

Baca Juga:  Muscab Gapensi, Sunaryanta : Jangan Nyogok Bupati

Sementara itu Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gunungkidul Ahsan Jihadan berujar, secara teknis penyaluran BSU dilakukan sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gunungkidul. Mengacu pada dasar Permenaker Nomor 16 Tahun 2021 tentang Pemberian Subsidi Upah 2021 para pekerja yang berhak mendapat BSU adalah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan hingga bulan Juni 2021.

“Mereka yang terdampak PPKM Level 3 dan 4, penerimanya adalah pekerja di sektor non pendidikan dan kesehatan,”katanya.

Lanjut Ahsan Jihadan bahwa pekerja di Kabupaten Gunungkidul tercatat sebanyak 7.696 orang dari total sejumlah 294 perusahaan. Data tersebut diperolehnya dari hasil pendataan pada tahun 2020 lalu.

“Subsidi upah ini diberikan kepada pekerja dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di bawah Rp 3,5 juta per bulan. Sementara yang di atas itu, mendapatkan upah sesuai UMK di wilayahnya namun dengan pembulatan ke atas hingga ratus ribuan penuh,”tandasnya.

  • Bagikan

Respon (1)

  1. Tenaga kerja yg seperti apa yg dimaksud, untk tenaga teknis pada jasa konsultansi apakah masuk kategori yg seperti ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *