Kendaraan Nopol Luar DIY Dicegat, Dua Kendaraan Bermotor Disuruh Putar Balik Polisi

  • Bagikan
IMG 20210111 WA0030
IMG 20210111 WA0030

Ngawen, (kupass.com)–Sejumlah dua kendaraan bermotor disuruh putar balik dan tidak diperkenankan memasuki Kabupaten Gunungkidul oleh anggota Polisi Polsek Ngawen, Senin (11/01/2021). Mereka dicegat saat Polisi melakukan razia penyekatan dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di perbatasan Ngawen – Klaten.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto membeberkan dalam kegiatan penyekatan itu dilakukan disejumlah titik lokasi yakni di
tugu selamat datang padukuhan Jentir, Kalurahan Sambirejo dan Simpang 3 pasar Memble Kalurahan Tancep, Kepanewon Ngawen.

“Penyekatan dimulai pukul 10.00 WIB dengan sasaran kendaraan roda dua, roda empat dan angkutan barang yang berasal dari luar daerah DIY,”ujar Kasubag Humas.

Petugas melakukan pencatatan terhadap identitas kendaraan, pengendara dan merazia jumlah penumpang yang diketahui tidak memakai masker dan hendak masuk ke wilayah Gunungkidul. Dari hasil kegiatan penyekatan Polisi mendata sejumlah 17 kendaraan bermotor dengan rincian 8 sepeda motor dan 9 kendaraan roda empat (mobil).

Baca Juga:  Wisatawan Mbludak di He Ha Ocean View, Dewan : Yang Mau Hajatan Dengan Standar Covid Saja Tidak Boleh

“Dari total jumlah itu terdapat dua kendaraan bermotor dari Surakarta dan Klaten yang diperintahkan putar balik dan tidak diperbolehkan masuk ke Gunungkidul,”katanya.

Selain diketahui tidak menggunakan protokol kesehatan dengan tak memakai masker, dua kendaraan tersebut diperintahkan berbalik arah karena bertujuan ingin berwisata.

“Sementara yang beridentitas asli KTP Gunungkidul masih diperbolehkan melintas, tetapi sesampainya tujuan mereka harus lapor diri kepada Pemerintah Kalurahan. Selain itu mereka ddisarankan agar melakukan karantina mandiri selama 14 hari sesuai prosedur pencegahan Covid-19,”terang Suryanto.

Penyekatan tersebut dilakukan menyusul adanya intruksi dari Bupati Gunungkidul tentang kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selain membatasi kunjungan ke tempat wisata, dalam intruksi itu wisatawan dari luar DIY tidak diperkenankan memasuki Gunungkidul tanpa menunjukan hasil negatif rapid tes Antigen.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *