IMG 20210423 074827

DIY Dapat Rapor Merah Terkait Penanganan Covid-19, Sunaryanta Klaim Penanganan di Gunungkidul Baik

Wonosari, (kupass.com)–Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mencatat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masuk 23 Provinsi di Indoensia yang mendapatkan rapor merah (nilai D) dalam penanganan Covid-19. Penilaian tersebut lantaran dua Kabupaten di DIY yakni Sleman dan Bantul tercatat kasus baru mencapai 44 ribu.

Walaupun DIY mendapatkan rapor merah, Bupati Gunungkidul Sunaryanta justru menilai penanganan kasus covid-19 di Kabupaten Gunungkidul justru baik.
Meskipun diakuinya saat ini terdapat beberapa lokasi zona merah, namun untuk skala mikro hampir semua wilayah di Gunungkidul zona hijau.

“Tingkat Kabupaten memang ada sedikit merah,”ujar Sunaryanta, Selasa (01/06/2021).

Sunaryanta berujar bahwa membaiknya penanganan kasus covid-19 di Kabupaten Gunungkidul dapat dilihat di lokasi wisata. Dimana penegakan protokol kesehatan diklaimnya sudah berjalan dengan baik. Selain itu warga masyarakat telah menggelar acara hajatan di berbagai lokasi.

Baca Juga:  Jadi Korban Ganasnya Ombak Pantai Selatan, Seorang Wisatawan Berhasil Selamat

“Kelonggaran diberikan karena wilayah tempat hajatan memang aman dilakukan. Kalau memang statusnya zona hijau, kita longgarkan kegiatannya,”imbuhnya.

Meski kegiatan masyarakat mulai berangsur-angsur normal, Sunaryanta mengingatkan agar protokol kesehatan wajib dilaksanakan. Hal ini dilakukan karena situasi pandemi masih belum menentu.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty menyampaikan bahwa, saat ini tenaga kesehatan telah bergerak lebih cepat jika terdapat kasus baru. Selain itu masyarakat sudah terbuka dalam menyampaikan kondisinya.

“Memang masih ada sebagian kecil warga yang sulit untuk mematuhi prokes,”katanya.

Dewi berharap nantinya Satuan Tugas (Satgas) covid-19 lebih tegas dalam mendisiplinkan prokes kepada warga masyarakat di Gunungkidul. Jika nantinya memang terdapat keluhan, maka segera mungkin mendatangi fasilitas kesehatan terdekat supaya lebih cepat ditangani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *