IMG 20201103 111908

Diharapkan Kembali Ramai, Terminal Dhaksinarkan Bakal Jadi Mall Pelayanan Publik

Wonosari, (kupass.com)–Kementrian Perbuhungan bakal melakukan pembangunan Mall Pelayanan Publik di Terminal Dhaksinarga Wonosari. Dibangunnya terminal tipe A menjadi Pelayanan Publik itu diharapkan menghidupkan terminal sehingga menjadi ramai dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) setelah sebelumnya sangat sepi karena Pandemi Covid-19.

Kunjungan rombongan Kemenhub di Terminal Dhaksinarga

Kunjungan rombongan Kemenhub di Terminal Dhaksinarga

Selasa (03/11/2020) rombongan Kementrian Perhubungan Republik Indonesia yang dipimpin oleh Sekretaris Direktorat Jendral Kemenhub Imron Rosyid mendatangi lokasi terminal. Sebelumnya rombongan Kemenhub juga telah melaksanakan Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Bupati Gunungkidul Hj Badingah di rumah Dinasnya.

Imron Rosyid mengatakan, setelah menjadi Mall Pelayanan publik diharapakan terminal tersebut dapat bermanfaat secara maksimal dan tidak hanya sekedar untuk lewat Bus saja. Jika nantinya pelayanan ruang Dinas – dinas yang ada di Pemda Gunungkidul telah terbangun maka akan memicu pergerkaan orang menuju ke wilayah tersebut.

Baca Juga:  Gelar Musda III, Paguyuban Janaloka Punya Pengurus Anyar

“Sehingga menjadi ramai dan membantu kami memasarkan ruang – ruang yang bisa dikomersilkan, “ujar Imron.

Menurut Imron Rosyid, terminal Dhaksinarga tersebut merupakan terminal satu – satunya yang akan digarap Kemenhub menjadi Mall Pelayanan publik khususnya di DIY.

“Kami berharap nantinya banyak orang kesini sehingga terminalnya hidup. Akhir bulan Desember tahun ini sudah mulai dilakukan pembangunan,”terangnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Gunungkidul Irawan Jatmiko menjelaskan, proses pembangunan terminal menjadi Mall Pelayanan publik itu akan dilaksanakan secara bertahap. Sumber pendanaan dari pembangunan tersebut dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Kabupaten dananya sekitar Rp 600 juta lebih. Sementara pusat sekitar Rp 10 miliar,”kata Irawan.

80 views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *