Cegah Varian Omicron Masuk Ke Gunungkidul, Vaksinasi Kolaborasi Kombinasikan Multisasaran

  • Bagikan
Vaksinasi Booster
Vaksinasi Booster

Wonosari, (kupass.com)–Anak Usia 6-11 Tahun, Masyarakat Rentan, dan Booster untuk petugas layanan publik, terus digencarkan di Kabupaten Gunungkidul. Ketiganya menjadi prioritas ketika masyarakat masih dibayangi akan adanya gelombang lanjutan akibat Covid-19 varian baru Omicron.

Perwakilan BIN DIY di Gunungkidul, Eko Susilo, menyampaikan bahwa potensi terjadinya gelombang lanjutan Covid akibat varian Omicron bukan mengada ada. Seluruh dunia sedang menghadapinya. Meskipun lonjakan kasus dan varian baru ini belum terjadi di Gunungkidul, sebaiknya tetap siaga penuh waspada.

“Evaluasi pemerintah pada pertengahan Januari lalu, Presiden telah mengingatkan adanya peningkatan kasus Covid hingga 80 persen dari sepekan sebelumnya di awal tahun. Pemerintah juga dengan keras mengingatkan adanya kasus Omicron yang terus naik dan mulai terjadi melalui transmisi lokal. Jadi ini ancaman nyata,”kata Eko saat menggelar vaksinasi di Kantor Dinkes (21/01/2022)

Vaksinasi Kolaborasi
Vaksinasi Kolaborasi

Eko menambahkan, dalam rangka melakukan cegah dini ancaman tersebut, memastikan berjalannya protokol kesehatan (Prokes), percepatan vaksinasi, dan pengetatan mobilitas warga, segera harus dilakukan. ”Pengawasan Proskes, akselerasi vaksinasi, dan memperketat kembali mobilitas warga menjadi kunci penanggulangan dininya,”mbuhnya.

Disinggung soal kenapa juga terlibat dalam vaksinasi Booster, Eko menjelaskan bahwa vaksin ketiga ini berguna untuk meningkatkan kembali imunitas warga setelah enam bulan menerima vaksin lengkap.

Baca Juga:  Update Kasus Covid-19, Puluhan Orang Dinyatakan Positif, Dua Diantaranya Meninggal

“Sesuai penjelasan kemenkes, daya tahan seseorang setelah enam bulan menerima vaksin lengkap, mulai menurun. Sehingga diperlukan penguatan kembali,”paparnya.

“Terkait vaksinasi anak dan lansia, juga dijelaskan masih terus dituntaskan. Semua sasaran harus tetap dilaksanakan. Capaian vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun yang masih 76 persen, juga lansia yang sulit, dan Booster untuk petugas layanan publik, tetap harus jalan,”terang Eko.

Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, target 100 persen vaksin anak akan dituntaskan Januari 2022. Namun demikian, semua juga tidak ingin keduluan Omicron.

“Oleh karenanya hari ini dan seterusnya akan digelar multisasaran; di sini (Dinkes) dilakukan Booster untuk OPD dan vaksin primer untuk masyarakat. Sedang anak anak dilaksanakan di semua Puskesmas,”pungkasnya

Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto yang hadir memantau langsung jalannya vaksinasi mengapresiasi antuasiasme warga masyarakat yang hadir dalam kesempatan vaksinasi ini. Menurut Heri, warga masyarakat tidak perlu ragu – ragu bagi yang belum mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Vaksin dinyatakan aman dan halal oleh Pemerintah. Ini sebagai bentuk ikhtiar untuk pembentukan herd immunity, apalagi varian omicron sudah masuk dan diprediksi memuncak pada bulan Februari,”terangnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.