InShot 20210711 193511511

Bupati Dan DPR Diminta Fokus Urus Masalah Covid-19 Ketimbang Memikirkan Penambahan Dinas Baru

Wonosari, (kupass.com)–Aktivis Covid-19 Kabupaten Gunungkidul Ervan Bambang Darmanto mengkritik usulan penambahan dua Dinas baru yang diusulkan Bupati Gunungkidul Sunaryanta. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan DPRD diminta terlebih dahulu fokua menyelesaikan masalah kasus Covid-19 di Gunungkidul ketimbang memikirkan hal yang tidak urgent.

Usulan pembentukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru itu berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD dan Pemkab Gunungkidul beberapa waktu lalu. Sejumlah Fraksi di DPRD juga mendukung penuh usulan Bupati Gunungkidul.

Ervan berujar bahwa Pemda dan DPRD harus fokus menyelesaikan permasalahan penambahan kasus warga Gunungkidul yang setiap harinya terpapar Covid-19.

“Apa tidak bisa dilakukan penundaan dan membahas hal yang lebih urgent? Seharusnya legeslatif dan eksekutif itu fokus dulu menyelesaikan permasalahan ini (Covid-19),”terangnya, Minggu (11/07/2021).

Menurut Aktivis mahasiswa Gunungkidul ini, urusan nyawa manusia disebutnya lebih penting dibandingkan dengan membahas penambahan urusan OPD. Ervan menggarisbawahi bahwa masih banyak rakyat kecil terkena dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga tanggal 20 Juli Mendatang.

Baca Juga:  Melaju Terlalu Kekanan, Toyota Tabrak Truck, Satu Penumpang Meninggal Dunia

“Angkanya di Gunungkidul begitu tinggi (kasus positif). Belum yang isolasi mandiri di rumah. Apakah mereka mendapatkan bantuan permakanan dari Pemerintah atau tidak? Isoman jelas mereka berhenti dari aktifitas bekerja. Selain itu dampaknya meluas bagi pedagang kaki lima yang menurun bahkan kehilangan penghasilan”jelasnya.

Dia mengkritisi, wacana penambahan dua OPD baru yakni Dinas Pemuda dan Olahraga dan Dinas Peternakan memakan biaya tunjangan pegawai yang cukup tinggi. Ervan mendapatkan informasi bahwa Pemda Gunungkidul harus mengeluarkan belanja untuk mencukupi tunjangan Pegawai sebanyak Rp 1 Milyar.

“Kalau Covid-19 saja dari hari ke hari masih mengalami penambahan, sampai saat ini belum berakhir apakah pembahasan wacana pembentukan OPD barun itu tidak mencederai hati rakyat? Anggaran milyaran apakah sebaiknya difokuskan untuk penanganan Covid-19 dulu?, “pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *