IMG 20210316 WA0037

Bupati Berencana Gaet Investor Internasional, Dewan Minta Tak Kambinghitamkan RTRW

Wonosari, (kupass.com)–Rencana Bupati Gunungkidul yang berambisi menggaet investor dan pengusaha internasional mambuat salah satu anggota DPRD bereaksi. Dewan meminta agar Bupati Gunungkidul Sunaryanta tak harus menunggu review Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dalam kegiatan investasi.

Hal ini diungkapkan oleh Anggota DPRD Fraksi PAN Bambang Supriyanto. Menyangkut investasi daerah, regulasi yang terkait tidak hanya soal review Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) saja. Dia menjelaskan secara rinci bahwa ada beberapa hal pokok lainnya seperti Perda tentang pajak, Perda retribusi, Perda tentang perlindungan lahan pertanian dan pangan berkelanjutan serta tentang tanggungjawab sosial lingkungan perusahaan.

“Lebih dari itu, penentuan prioritas sektor investasi daerah yang potensial diharapkan menjadi kunci arah keberhasilan. Ada beberapa sektor potensial seperti manufaktur, perikanan, infrastruktur, kesehatan dan pendidikan,”ujar Bambang kepada kupass.com, Selasa (23/03/2021).

Menurutnya beberapa investasi daerah tersebut bisa didorong dan direalisasikan tanpa harus menunggu review RTRW. Dengan demikian tidak ada kesan bahwa perda RTRW menjadi kambing hitam negatifnya investasi daerah.

“Meningkatnya investasi daerah yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi ujungnya adalah kesejahteraan masyarakat. Ini sangat ditentukan dengan analisa sektor prioritas investasi dilihat dari variabel sektor penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Daerah,”bebernya.

Baca Juga:  Ambyar, Kasus Penambahan Positif Covid-19 Dalam Sehari Capai 409

Lanjut Bambang, investasi yang melenceng jauh akan berisiko menimbulkan persoalan baru di daerah, tak terkecuali di Kabupaten Gunungkidul. Beberapa dampak negatif adanya investasi yakni terbengkelainya sektor pertanian pada sektor industri, kerusakan lingkungan, berkurangnya lahan produktif, eksplorasi Sumber Daya Alam (SDA) secara berlebihan serta ketimpangan sosial ekonomi.

“Investasi daerah dengan sektor berbasis padat karya perlu diptioritaskan. Salah satu hal mendasar menjadi sorotan kami adalah persoalan arah kebijakan Investasi yang baik dan komprehensif sehingga dapat meminimalisir ekses negatif,”tandasnya.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta sebelumnya berujar telah membangun komunikasi dengan beberapa pengusaha internasional. Bupati berlatar belakang militer ini bahkan secara terang terangan telah mengajak investor dari Timur Tengah untuk menanamkan modal di Bumi Handayani.

“Saat sekarang masalah perijinan yang tak kunjung selesai, banyak dikeluhkan investor. Saya memiliki pemikiran bagaimana mereview tata ruang yang saat ini ada. Dan saya sudah komunikasi dengan Kementrian Pertanahan dan Tata Ruang, “kata Sunaryanta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *