Booster Masih Rendah, Panewu Pimpin Sebar Undangan Door to door Ke Rumah Warga

Panèwu Mengundang Warga Untuk Vaksinasi Booster
Panèwu Mengundang Warga Untuk Vaksinasi Booster

Patuk, (kupass.com)–Panewu Patuk Martono Iman Santoso memimpin langsung penyebaran undangan vaksinasi booster door to door ke rumah warga Kalurahan Terbah, Kapanewon Patuk, Selasa (09/08/2022). Penyebaran undangan ini sekaligus sosialisasi terkait pentingnya mengikuti vaksin tahap tiga (booster) sesuai himbauan Pemerintah.

Ditemui saat menyampaikan undangan ke rumah warga, Panewu mengatakan bahwa vaksinasi booster ini dilakukan mengingat capaian di Kalurahan Terbah masih rendah. Usai koordinasi dengan Kalurahan, Polsek dan Koramil Panewu kemudian memutuskan untuk jemput bola mendatangi rumah warga.

“Kami kemudian sepakat dan bersama-sama menyebar di 6 padukuhan. Selain itu kami juga memberikan edukasi terkait Covid-19 supaya tidak kembali seperti tahun lalu,”terangnya.

Kegiatan vaksinasi yang melibatkan dua puskesmas ini akan dipusatkan di dua balai Padukuhan wilayah Kalurahan Terbah. Jika nantinya sosialisasi ini berhasil, Panewu akan mengaplikasikan vaksinasi door to door ini ke wilayah Kalurahan lain di Kapanewon Patuk.

“Kalau capaian vaksin 1 dan 2 diatas 80 Persen. Sementara booster masih rendah sekitar 600 orang,”imbuhnya.

Sementara itu Lurah Terbah, Giyanto mengakui angka capaian vaksinasi booster di Kalurahan Terbah Kapanewon Patuk Gunungkidul memang masih sangat minim. Dari 600 warga di 6 Padukuhan baru 51 orang yang melaksanakan vaksinasi booster tahap pertama.

“Mungkin sebabnya ini kurang edukasi,”katanya.

Giyanto menambahkan, berbagai upaya telah mereka lakukan mulai dengan memberikan himbauan melalui tokoh masyarakat setempat. Bahkan terkadang pamong harus melakukan penjemputan untuk vaksinasi namun ternyata capaiannya masih rendah.

Dari 600 orang memang sudah ada 51 orang yang melaksanakan vaksinasi booster Namun mereka bersedia melakukan vaksinasi karena sebagai syarat untuk mengambil Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementrian Sosial.

“Yang lain masih belum. Alasannya macam-macam,”imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.