Belum Genap Dua Bulan Selesai Aspal BKK Sudah Bobrok, Lurah : Tenang Saja Tidak Apa – apa

  • Bagikan
Proyek BKK Yang Rusak Parah
Proyek BKK Yang Rusak Parah

Paliyan, (kupass.com)–Warga Padukuhan Surulanang, Kalurahan Karangduwet, Kapanewon Paliyan, merasa kecewa dengan Pemerintah Kalurahan setempat. Kekecewaan itu muncul setelah warga mengetahui pembangunan jalan aspal di wilayahnya diduga tidak sesuai spesifikasi dan dikerjakan secara asal – asalan.

Pengasapalan jalan bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) itu diketahui selesai sekitar dua bulan yang lalu. Namun dalam waktu yang cukup singkat, kondisi aspal justru mengalami kebobrokan dan rusak cukup parah.

Salah satu warga bernama Wakiran menyatakan kekecewaannya atas proses pengerjaan proyek aspal BKK itu. Kegiatan infrastruktur yang seharusnya dinikmati warga masyarakat tersebut dinilainya dikerjakan secara tidak profesional.

“Jebolnya sudah sejak 3 minggu yang lalu. Saya sendiri heran, karena belum lama diaspal kok sudah rusak seperti ini,”kata Wakiran dengan penuh kekecewaan, Rabu (01/12/2021).

Dia menambahkan, banyak warga masyarakat sekitar juga mempertanyakan ketidaktransparanan proses pengerjaan proyek BKK. Menurut Wakiran pihak warga sendiri tidak tahu menahu siapa yang mengerjakan proyek tersebut. Hal ini diakuinya lantaran sebelumnya tidak ada sosialisasi dari Pemerintah Kalurahan Karangduwet.

“Okelah ini bantuan, tapi apakah jika itu hanya bantuan terus pengerjaannya tidak sesuai dengan standar. Mosok kemarin sepeda motor distandarkan bisa roboh karena ambles aspalnya. Dengan kerusakan seperti ini jelas menimbulkan kekecewaan,”keluhnya.

Baca Juga:  Para Pekerja di Gunungkidul Bakal Dapat Bantuan Subsidi Upah Senilai Jutaan Rupiah

Terpisah Lurah Karangduwet Budi Paliyanto menanggapi protes warga masyarakat itu dengan santai. Dia sudah mengetahui terkait adanya kerusakan parah proyek pengaspalan yang belum lama rampung itu.

“Tenang saja tidak apa – apa. Akan kami perbaiki ketika hujan sudah agak reda,”kata Budi singkat.

Diperoleh informasi bahwa, kegiatan pengaspalan itu bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gunungkidul tahun 2021. Anggaran yang digelontorkan untuk kegiatan proyek aspal tersebut cukup besar yakni senilai Rp 159.570.000 dengan volume 570 meter persegi.

Anggota DPRD Fraksi Golkar Eri Agustin saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengakui bahwa kegiatan BKK di wilayah Kalurahan Karangduwet itu merupakan usulannya. Namun demikian dia tidak mengetahui perihal proses pengerjaannya karena hal tersebut sudah diserahkan kepada pihak Kalurahan.

“Sebagai fungsi pengawasan, kami mendesak soal pengerjaan itu kepada Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan khusus (riksus),”kata Eri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.