BBPOM Temukan Makanan Berbahan Boraks di Taman Kuliner Wonosari

  • Bagikan
IMG 20210506 WA0040
IMG 20210506 WA0040

Wonosari, (kupass.com)–Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta menemukan makanan berbahan berbahaya jenis boraks di Taman Kuliner Wonosari. Penemuan tersebut ketika petugas BBPOM melaksanakan pemantauan kualitas makanan di wilayah Gunungkidul pada Kamis (06/05/2021).

Kepala BBPOM Yogyakarta Dewi Prawitasari mengutarakan bahwa, sejumlah petugas sebelumnya melakukan pengambilan sejumlah 34 sampel makanan dari pedagang. Dari jumlah tersebut terdapat 3 sampel yang mengandung bahan berbahaya jenis boraks.

“Setelah dilakukan pengujian makanan, ditemukan makanan yang mengandung boraks. Makanan itu adalah puli,”kata Dewi, Jumat (07/05/2021).

Dia menambahkan, makanan yang mengandung boraks tersebut saat dikonsumsi akan menimbulkan efek kering pada tenggorokan. Ciri – ciri makanan yang mengandung bahan berbahaya ini dengan cara melihat teksturnya yang kenyal dan tidak mudah hancur.

Baca Juga:  Lansia dan Anak - anak Dipastikan Tak Akan Menerima Vaksin Sinovac

“Sampel lainnya yang kami uji ada
makanan lain seperti, bakso, mi, tahu kuning, pempek dan gorengan, hingga es buah. Yang mengandung bahan berbahaya hanya puli, “bebernya.

Pihak BBPOM kemudian meminta pedagang yang menjual manakan puli tersebut membuat surat pernyataan. Isi surat pernyataan tersebut dilakukan agar mereka tisak menjual kembali makanan yang mengandung boraks itu.

“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. Karena nanti Dinkes yang melakukan tindak lanjut temuan ini dengan cara pembinaan terhadap pedagang,”tandasnya.

  • Bagikan

Respon (2)

  1. Nek puli dari jaman simbah2 dulu jg gitu tp nyatane ya pada sehat2 & gk ada masalah, saya jd bingung ini

    1. Kalau kata Dokter begini

      Jika boraks masuk ke dalam tubuh Anda dalam jumlah besar, maka dalam periode yang singkat dapat menyebabkan beragam masalah kesehatan serius, berupa gangguan lambung, usus, hati, bahkan gagal ginjal akut yang dapat menyebabkan kematian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *