Bakal Berhadapan Dengan Orang – Orang Baru, Pemda Gunungkidul Diminta Tak Gagap

  • Bagikan
4104508784
4104508784

Wonosari, (kupass.com)–Pandemi Covid-19 telah berdampak bagi warga masyarakat dalam setahun belakangan ini. Selain dampak ekonomi, penyebaran virus yang berasal dari Kota Wuhan Tiongkok ink juga berdampak pada kegiatan sosial masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul diminta tak gagap dalam menghadapi persoalan pasca Pandemi Covid-19 kedepan. Persoalan sosial tersebut yakni munculnya orang – orang baru
seperti warga yang kehilangan pekerjaan (pengangguran) dan anak yatim piatu akibat orang tuanya meninggal dunia terpapar Covid-19.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PAN Gunungkidul Bowo Pramono. Dia mengakui bahwa selama pandemi selama kurang lebih 1,5 tahun ini telah ditanggulangi oleh Pemda Gunungkidul dan jajarannya hingga tingkat bawah. Dari pengamatannya dampak besar yang ditimbulkan saat pandemi ini adalah sosial kemasyarakatan dan ekonomi.

“Refocusing anggaran baik di tingkat Kabupaten, Propinsi untuk penanganan persoalan Kesehatan, sosial dan ekonomi. Berbagai macam bantuan sosial juga sudah diberikan Pemerintah untuk mengurangi berbagai efek yang timbul, seperti Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH) dan lainnya,”ujar Bowo, Jumat (30/07/2021).

Baca Juga:  Blantik Jadi Sasaran Penyekatan, Masuk Pasar Hewan Harus Bawa Hasil Rapid Antigen

Pria asal Kranon, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari ini meminta kepada pemangku kepentingan bahwa jangan sampai ada yang lolos kedepan terkait munculnya orang – orang baru di Gunungkidul pasca pandemi.

“Kami berharap Pemerintah Daerah harus segera mendata dan menginventarisir anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19, banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan dan orang – orang miskin baru,”tuturnya.

Agar dampaknya dampaknya tidak semakin meluas dan tidak diperhatikan, Dinas Sosial sebagai pemangku kebijakan diminta segera tanggap dengan fenomena ini. Pendataan, verifikasi dan validasi data untuk menentukan kelayakan warga terdampak tersebut harus dilakukan supaya Pemda tidak gelagapan di kemudian hari.

“Kita prihatin bersama dengan adanya Pandemi ini, dan berbagai macam daya upaya kita lakukan untuk mengatasi dan mengurangi ekses pandemi ini. Kerja dan tanggungjawab Bupati semakin besar dan berat berhadapan dengan adanya orang – orang baru di Gunungkidul,”pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *