Hadirkan Anggota MPKS PP Muhammadiyah, Pelatihan Rukti Jenazah di Playen Diikuti Ratusan Kader

Narasumber H. Alfis Khoirul Khisoli kupas tuntas tata cara pemulasaraan jenazah sesuai syariat. Cetak kader umat yang sigap dan mumpuni.

PLAYEN (kupass.com) – Mengurus jenazah hingga ke liang lahat adalah kewajiban fardhu kifayah yang memerlukan ilmu khusus. Menyadari urgensi tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul menyelenggarakan Pelatihan Rukti Jenazah pada Sabtu (07/02/2026).

Bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Playen, kegiatan ini menghadirkan narasumber pakar, yakni H. Alfis Khoirul Khisoli, S.Kom.I., M.S.I., C.M.S.E., yang merupakan personil dari PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Kapasitas Narasumber Nasional

Kehadiran Ustadz Alfis menjadi magnet tersendiri. Selain aktif di PKU Jogja, beliau juga menjabat sebagai Anggota Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Pusat (MPKS PP) Muhammadiyah periode 2023-2027 serta pengurus Lazismu DIY.

H. Alfis Khoirul Khisoli, S.Kom.I., M.S.I., C.M.S.E.
H. Alfis Khoirul Khisoli, S.Kom.I., M.S.I., C.M.S.E.

Dalam paparannya, Ustadz Alfis membimbing peserta mulai dari memandikan, mengafani, menshalatkan, hingga memakamkan jenazah sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Tujuannya agar kader tidak ragu dan bisa menjadi rujukan masyarakat.

Ketua Panitia Kegiatan, H. Irwan Triyanto, menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki tiga jenis kader, yakni kader umat, kader bangsa, dan kader persyarikatan.

“Tokoh-tokoh Muhammadiyah diharapkan bisa menjadi sentral di masyarakat dalam berbagai kebutuhan keumatan. Salah satunya adalah kecakapan dalam mengurus jenazah,” terang Irwan.

Apresiasi PDM Gunungkidul

Ketua PDM Gunungkidul, Drs. Ngatemin, M.A., mengapresiasi tinggi antusiasme peserta yang terdiri dari utusan PCM, ‘Aisyiyah, hingga pondok pesantren se-Gunungkidul.

“Rukti jenazah ini sudah ada tuntunan baku yang dibuat oleh PDM Gunungkidul. Harapannya, dengan bimbingan langsung dari ahlinya seperti Ustadz Alfis, warga Muhammadiyah mampu mengurus jenazah di lingkungan masing-masing dengan percaya diri dan benar,” pungkas Ngatemin.