Banyak Tertawa Hingga Lupa Akan Datangnya Maut, Pemutus Segala Kenikmatan Manusia di Dunia

  • Bagikan
Foto Istimewa
Foto Istimewa

kupass.com
Suatu ketika Rasullulah SAW datang untuk shalat. Kemudian beliau melihat suatu kumpulan sahabat r.a sedang bergurau dan tertawa – tawa. Demikian kerasnya mereka bergurau sehingga gigi mereka terlihat. Maka Rasullulah SAW bersabda, “Jika kalian mengingat maut maka keadaan yang sekarang, saya lihat ini tidak akan terjadi.

Untuk itu perbanyaklah mengingat mati. Di dalam kubur, setiap hari kubur selalu mengucapkan kata – kata, akulah rumah yang tidak mengenal persahabatan. Akulah rumah yang penuh debu, akulah rumah penghabisan, akulah rumah Kalajengking.

Jika seorang mukmin diletakkan di dalam kubur, maka kubur akan berkata, “Selamat datang, bagus sekali engkau telah datang, sebanyak apa pun orang yang tinggal di atas bumi, engkaulah yang paling aku senangi. Sekarang engkau telah datang, maka lihatlah aku akan berbuat yang terbaik bagimu.

Setelah itu kubur melebar seluas pandangan mayit tadi, dan akan dibukakan salah satu pintu surga baginya. Sehingga menghembus angin serga ke arahnya dan tercium bau harumnya surga.

Jika seorang yang beramal buruk dimasukan ke dalam kubur, maka kubur akan berkata, “Tidak ada selamat datang bagimu. Sungguh buruk kedatanganmu ini. Dari semua orang yang berjalan di atas bumi ini kaulah yang paling aku benci. Sekarang engkau telah datang kepadaku, maka lihatlah bagaimana aku tunjukan yang paling buruk bagimu.

Baca Juga:  Adik Syekh Ali Jaber Islamkan Tiga Orang Nasrani di Masjid Al Ikhlas

Setelah itu kubur pun merapat dan terus menghimpitnya, sehingga tulang belulangnya saling bertumpang tindih. Kemudian ada tujuh puluh ekor ular yang datang menyiksanya, yang jika sedikit saja bisa ular tersebut jatuh ke permukaan bumi, maka tidak ada satu helai rumput pun yang dapat tumbuh diatasnya. Ular – ular itu akan terus menyiksanya hingga hari Kiamat.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Kubur adalah salah salah satu dari taman – taman surga, atau salah satu jurang dari jurang – jurang neraka,”.

Rasa takwa atau takut kepada Allah adalah bekal yang sangat penting. Inilah yang selalu dipikirkan Rasulullah SAW sehingga menyebabkan beliau termenung sendirian. Disamping itu, mengingat maut merupakan perbuatan yang sangat bermanfaat. Oleh karena itu Rasullulah SAW menggambarkan keadaan kubur dengan yang sebenar – benarnya agar kita dapat selalu mengingat kubur. Sekali lagi mengingat maut adalah sangat
penting dan bermanfaat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *