The Lighter Program, Local Branch Pemuda Peduli Diselenggarakan di Yogyakarta

  • Bagikan
Pemuda Peduli Indonesia
Pemuda Peduli Indonesia

Yogyakarta, (kupass.com)–Kota Yogyakarta menjadi salah satu dari 14 kota target yang dipilih sebagai Local branch dalam gelaran rapat kerja yang dilaksanakan Pemuda Peduli di Hotel De Laxston, Yogyakarta. Mengusung tagar “Reach More, Give More”, NGO yang berdiri legal sebagai Yayasan sejak tahun 2016 ini menargetkan 400 relawan muda yang akan terjaring di 14 kota Local Branch, sebutan untuk mitra lokal yang nantinya akan menjadi perpanjangan tangan Pemuda Peduli dalam berbagi kebermanfaatan yang lebih meluas dengan target 500 penerima manfaat di tahun 2022.

14 Kota yang menjadi Local Branch diantaranya Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Batam, Padang, Denpasar, Balikpapan, Maluku, Semarang, Aceh, Surabaya, Samarinda, Manado. Bakal calon relawan mendaftar, akan memasuki program “The Lighter Program” yang bertujuan untuk mencetak koordinator di Local Branch Pemuda Peduli.

Berfokus terhadap sektor Pendidikan dengan 3 Programnya yaitu Bina Desa, Social Traveling dan Social Navigation, Pemuda Peduli mencoba mengajak anak muda untuk berperan aktif dalam mendukung pemerataan pendidikan bagi seluruh masyarakat di Indonesia, serta memberikan sudut pandang baru tentang kegiatan kerelawanan bukanlah suatu hal yang monoton dan justru mengasyikan.

Bina Desa sendiri merupakan program pengajaran yang dilakukan selama 2 minggu satu kali di ketiga desa binaan nya yaitu Desa Ciberes, Kabupaten Subang dan 2 Desa yang terletak di Kabupaten Bandung Barat yaitu Cicangkang Hilir dan Sirnajaya. Pengajaran yang dilakukan berdasarkan Activity Book yang memiliki 6 materi diantaranya Literasi Bahasa, Matematika, Sains, Ilmu Sosial, Ekonomi dan Seni Budaya.

Social Traveling menjadi program kedua Pemuda Peduli dalam mengajak anak muda untuk membuat kegiatan kerelawanan menjadi gaya hidup baru, dengan perpaduan konsep Volunteering dan Tourism (Voluntourism). Dimana nantinya, peserta yang tergabung di dalam program ini bukan hanya bermain di lokasi, melainkan berbagi kebermanfaatannya melalui kegiatan sosial yang terselip di dalam rangkaian acaranya. Di tahun 2022 ini, Social Traveling tengah mengembangkan unit bisnis mandiri bernama “SOCTRAVO” yang memiliki tujuan untuk memperkenalkan potensi Desa Wisata yang belum banyak diketahui oleh masyarakat.

Baca Juga:  Gelandangan Dan Pengemis Menjamur di Kota Wonosari, Komisi A Bilang Kinerja Sat Pol PP Belum Maksimal

Social Navigation merupakan program pengabdian masyarakat dari Pemuda Peduli terkhusus untuk daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Dimana, pada tahun 2019 kemarin Social Navigation melaksanakan program “Sekolah Gumi” dalam rangka membantu aktivasi Pendidikan di daerah Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Desa Batu Rakit, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok.

Terkait target di tahun 2022, Said Alwy selaku CEO dari Pemuda Peduli memaparkan beberapa point penting yang ada di dalam “Reach More, Give More” Pemuda Peduli.
“Reach More, memiliki arti bahwa Pemuda Peduli di tahun 2022 akan mencoba untuk menjangkau lebih banyak kalangan untuk ikut serta bersama kami dalam berbagi kebermanfaatan untuk penerima manfaat. Lalu Give More, memiliki arti dimana kami menginovasikan apa yang akan diberikan kepada masyarakat” Tutur Alwy.

Dia menjelaskan tentang apa saja yang akan dilakukan Pemuda Peduli dalam berbagi kebermanfaatan yang lebih luas di tahun 2022 mendatang.

“Kami menargetkan pembukaan 14 cabang Pemuda Peduli di Indonesia dengan target sebanyak 420 Relawan Muda di seluruh cabangnya. 500 Anak binaan, 500 lebih penerima manfaat dari Crowdfunding, menjadi target yang kami usahakan di tahun 2022 nanti” Ungkap Alwy.

Dia mengungkapkan beberapa tantangan yang akan dihadapi Pemuda Peduli di tahun 2022 diantaranya Monitoring System dalam organisasi dan kecepatan mengelola informasi di ranah public.

“Growth dari tim kami sendiri cukup cepat sepanjang tahun 2021. Dan kedepannya, kami menargetkan 50 Kindness Legion (Sebutan untuk Staff Pemuda Peduli) di tahun 2022. Oleh karena itu, kenyamanan meliputi fasilitas, suasana kerja menjadi pekerjaan rumah lain bagi kami karena monitoring system yang dilakukan nantinya akan berbeda pula. Lalu, trend informasi yang ada menjadi tantangan kami yang kedua. Dimana, jika kita cepat untuk mengelolanya (Informasi terkait pendidikan dan anak muda, dapat menjadi pendukung kita berbagi kebermanfaatan” Pungkas Alwy saat ditemui seusai Rapat Kerja dilaksanakan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.